Diferensiasi Merk

Menyambung pertanyaan tentang sensitivitas merek, pertanyaan berikutnya adalah: Apakah diferensiasi bersifat istimewa? Kita lihat sebagai akibat dari makin melubernya merek, pemasar kini makin sulit menemukan basis nyata diferensiasi produk. Sekarang ini, misalnya, ada lebih dari 100 merek rokok. Hampir tak mungkin pemasar menerapkan diferensiasi pada masing-masing merek berdasarkan jenis, rasa tembakau, atau jenis kertas yang digunakan. Menurut riset, rata-rata lebih dari 50% jumlah konsumen hanya tahu sedikit atau bahkan merasa tidak ada perbedaan antar merek di kategori produk tertentu (sejauh mana konsumen menganggap produk sebagai barang identik disebut sebagai level of brand parity).

Nah, apabila diferensiasi berdasar aspek-aspek material sulit dilakukan, maka jalan keluarnya adalah diferensiasi pada aspek-aspek imaterial. Jenis diferensiasi ini biasanya dibuat dengan menciptakan dunia pengalaman tertentu di sekitar merek (misalnya Amild, ClassMild, Marlboro Country, Xmild dan UMild). Diferensiasi berdasar aspek-aspek imaterial lebih sulit ditiru pesaing. Konsumen juga akan merasa lebih terlibat pada  asosiasi-asosiasi dunia pengalaman merek ketimbang pada asosiasi yang terkait dengan produk itu sendiri. Jadi, diferensiasi material atau imaterial bisa menjadi basis untuk memberi nilai-tambah sebuah merek.

Nah, agar keunggulan diferensiasi produk bisa tereksploitasi secara maksimal, diferensiasi tadi perlu ditancapkan di benak konsumen melalui komunikasi pemasaran sehingga diferensiasi tersebut menjadi menarik di mata konsumen. Selain itu, iklan juga berfungsi mengangkat diferensiasi sebagaimana dialami konsumen. Menurut riset, konsumen menganggap bahwa produk yang kerap diiklankan akan lebih bisa terasa bedanya ketimbang produk yang jarang diiklankan. Sejauh mana produk diiklankan  akan banyak menentukan  diferensiasi produk.

About these ads

3 Komentar

  1. Saya tertarik dengan diferensiasi merek yang Bapak jelaskan, bisa saya mendapat penjelasan lebih lanjut tentang diferensiasi merek itu sendiri?
    Jdi diferensiasi yang dikomunikasikan tersebut sebenarnya diferensiasi merek ya? atau memang sebenarnya strategi diferensiasi yang dimaksud selama ini mengacu pada diferensiasi merek?
    Terima Kasih sebelumnya…

  2. Mungkin kalau diberi contoh mungkin akan lebih jelas. Misalnya Unilever punya dua merek (lebih sih sebenarnya) untuk sabun cuci: Rinso dan Surf. Nah untuk masing2 merek tentu saja akan berbeda dalam segmentasi, targeting dan positioningnya. Pembedaan dalam pengisian ‘makna’ merek itulah yang disebut diferensiasi. Rinso lebih menakankan keunggulannya dalam menghapus noda, mencermelangkan warna kain, dll. Sementara Surf getol mengkomunikasikan keiritan (ibu bijak) dan unggul dalm memutihkan baju, dst. Jadi masing2 merek dibuat berbeda dari pesaingnya maupun dari ‘saudara’-nya sendiri.

  3. [...] iklan, khususnya apabila di mata konsumen benefit yang lama sudah tidak lagi dipersepsi sebagai faktor diferensiasi produk, dan pemasar ingin menggali benefit baru yang berbeda dari produk tersebut. Dalam konteks [...]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.