• Merek n Komunikasi Pemasaran Terpadu UYUNG SULAKSANA Penulis Buku : Integrated Marketing Communications, 2002 Manajemen Perubahan, 2003

  • Tulisan Terakhir

    • Strategi Kubu JK mendongkrak elektabilitas
    • Strategi Pemenangan SBY-Boed jelang Hari-H
    • Seribu stimuli dalam sehari
    • Empat unsur bauran komunikasi pemasaran konvensional
    • Wall’s di Indonesia, Streets di Australia
    • Brand Usage dan Brand Loyalty
    • Iklan dan Kenyataannya tidak selalu sama?
    • Unifikasi, satu rahasia iklan kreatif
    • Keterlibatan Konsumen (Involvement)
    • Bauran Pemasaran Jasa
    • Pembajakan merugikan merek asli
    • Ambient Advertising
    • Harga Indikator Kualitas?
    • Citra Merek: Nivea itu lembut dan biru
    • Komponen Jasa
  • Tag

    Aqua asosiasi atribut benak benefit citra citra merek Coca Cola diferensiasi emosi gaya hidup harga iklan intrinsik kategori kemasan kepuasan pelanggan kognitif komunikasi komunikasi pemasaran konsep konsumen kreativitas kredibilitas kualitas logo makna media merek nilai nilai tambah Pemasaran persepsi pesan portofolio positioning produk promosi reputasi riset rokok simbol strategi televisi Unilever
  • Home
  • About
  • Arsip
  • BLOG TERBAIK
  • HUMAS (PUBLIC RELATIONS)

Definisi Merek

Apa sebenarnya yang dimaksud merek? Lembaga yang mengurusi merek dagang biasanya memakai definisi yang mudah seperti:

 Merek adalah semua tanda-tanda yang berfungsi membedakan barang atau jasa sebuah perusahaan.

Pada definisi tersebut penekanannya ada pada kata ‘tanda-tanda’ (signs) dan ‘membedakan’. Tanda bisa berupa satu kata, gambar atau simbol bentuk. Nama merek adalah bagian merek yang bisa diucapkan. Pada hakekatnya, nama merek berfungsi sebagai ciri khas dalam mengenali produk. Selain menjadi nama barang di supermarket, merek juga menjadi nama bahan (Intel, tepung Bogasari, Lycra, Nutrasweet), simbol kualitas (ISO, Baldridge), korporat (Indosat, Beyond Petroleum, J.W. Marriot, Sampoerna), gerai ritel (Ramayana, Matahari, Carrefour), organisasi nonkomersial (Palang Merah Indonesia

, Indonesia Corruption Watch), program TV/stasiun radio/stasiun televisi (AFI, TransTV, TV7), layanan, situs dan server Internet (Friendster, Detik, Google), dan bahkan nama seniman pun bisa dianggap nama merek, misalnya KD, Dea Imut, Very AFI dan Dick Doang.

Pada satu produk bisa melekat dua nama sekaligus; selain nama merek itu sendiri, misalnya, nama perusahaan bisa juga disebut dalam kemasan (untuk Mie Sedaap, ini berarti Wings Food), nama produk ingredient (seperti Intel), atau nama tipe (bakpia Pathuk, wingko Babat, apel Malang, anggur Beaujolais) atau simbol kualitas (ISO).

          Simbol gambar biasanya disebut lambang merek dan tidak bisa diucapkan. Lambang merek bisa disusun dari huruf, angka, gambar, foto dan warna. Misalnya, Yves Saint Laurent membuat monogram YSL; gambar yang berupa huruf-huruf yang dirangkai. Sebagian besar merek memiliki nama merek dan brand sign. Namun, ada pula merek yang tak memiliki lambang merek. Istilah logo dimaksudkan sebagai lambang merek di mana nama merek ikut tercantum.

          Keunikan simbol bentuk, kemasan atau desain bentuk produk membuka peluang untuk registrasi secara legal. Contoh-contoh desain bentuk yang secara legal diproteksi adalah botol Coca-Cola, botol Maggi dan tutup tiga sisi dari alat cukur Philips. Selain proteksi hukum bagi nama, tanda dan bentuk, kita juga bisa temukan musik dan bau-bauan tertentu sebagai lambang merek pembeda.

          Produk bermerek minimal terdiri dari produk (barang atau jasa) dan merek (nama, gambar atau simbol bentuk). Barang yang tak punya simbol pembeda dinamai produk generik. Selain merek, produk bisa juga dibedakan dari atribut ekstrinsik lain, yaitu harga, kemasan, informasi negara asal dan catatan tahun peluncuran merek. Dalam hal jasa, sebagai ganti kemasan, house style perusahaan penyedia jasa bisa dikategorikan sebagai atribut ekstrinsik (biasanya, house style kerap ditemui pada alat-alat tulis resmi perusahaan).

September 19, 2008
Kategori: Branding, IMC, Pemasaran . Yang berkaitan: AFI, atribut, Carrefour, definisi, ekstrinsik, generik, house style, Intel, J.W. Marriot, kemasan, kualitas, lambang, logo, Lycra, Malang, Matahari, merek, merek dagang, Mie Sedap, monogram, negara asal, Nutrasweet, Pathuk, produk, Ramayana, ritel, Sampoerna, sign, televisi, TransTV, TV7, Wings Food, YSL . Penulis: uyungs

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

Pembeli Impulsif, sasaran empuk komunikasi pemasaran? Kesadaran Nama Merek (Brand Name Awareness)
  • Blogroll

    • arakan lebah
    • Budi Putra
    • Change! Manajemen Perubahan in action
    • Indonesia Wow
    • OBAMA oh OBAMA
    • pearsonified
    • WordPress.com
    • WordPress.org
  • Lanjut ke sini

    • Masuk log
    • RSS Entri
    • RSS Komentar
    • WordPress.com
  • Klik tertinggi

    • hongkiat.com/blog/battle-…
    • id.wordpress.com/tag/priv…
    • id.wordpress.com/tag/ikla…
    • id.wordpress.com/tag/citr…
    • id.wordpress.com/tag/bran…
    • id.wordpress.com/tag/pema…
    • id.wordpress.com/tag/komu…
    • blog.newsweek.com/blogs/s…
    • id.wordpress.com/tag/baur…
    • id.wordpress.com/tag/komu…
    • id.wordpress.com/tag/imc
    • uyungs.files.wordpress.co…
  • Tulisan Teratas

    • KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU: Paradigma baru atau sekedar istilah baru?
    • HUMAS (PUBLIC RELATIONS)
    • Efektivitas Pesan dalam Komunikasi Pemasaran
    • Positioning dan komunikasi pemasaran
    • Bauran Pemasaran Jasa
    • Empat unsur bauran komunikasi pemasaran konvensional
    • Perang Merek : Coca Cola vs. Pepsi
    • Selebritis bisa mendongkrak dampak iklan?
    • Strategi Pemenangan SBY-Boed jelang Hari-H
    • Marketing Public Relations menjembatani Marketing dan Humas
    • POSITIONING: Informasional atau Transformasional
    • Strategi Pemasar mengatasi Dissonance
  • Kategori

    • Akuisisi merek
    • Branding
    • humor
    • IMC
    • Komunikasi Politik
    • Komunitas Merek
    • merek
    • Pemasaran
    • Perilaku Konsumen
    • Service
    • strategi
    • Uncategorized
  • Komentar Terakhir

    Public Blog Kompasia… di 3 Trend Merubah Masa Depan Pem…
    Public Blog Kompasia… di Product Placement seolah-olah …
    Public Blog Kompasia… di Efektivitas Pesan dalam Komuni…
    gusmus di Riset Coca Cola tentang Kepuas…
    umar di Perang Merek : Coca Cola vs.…
    bayu di Bauran Pemasaran Jasa
    uyungs di Riset Coca Cola tentang Kepuas…
    Listio Wuryanto di Riset Coca Cola tentang Kepuas…
    fa di HUMAS (PUBLIC RELATIONS)
    kiki di HUMAS (PUBLIC RELATIONS)
    AULIA di Merek Distributor atau Private…
    Maylatun sari di Motivasi Internal Perilaku…
    Maylatun sari di Motivasi Internal Perilaku…
    Magda di Bauran Pemasaran Jasa
    arya di Riset Coca Cola tentang Kepuas…
  •  

    September 2008
    S S R K J S M
        Okt »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Blogger Ngalam
  • Komunitas Blogger Universitas Brawijaya
  • Add to Technorati Favorites
    • Neo-Sapian by WP Designer.
    • Blog pada WordPress.com.