Perang Merek : Coca Cola vs. Pepsi

Perang merek yang bikin semua orang di dunia pemasaran menahan nafas, mengerinyitkan dahi dan lalu garuk-garuk kepala, tentu saja antara dua merek raksasa yaitu Coca Cola dan Pepsi. Kedua-duanya berasal dari Amerika Serikat, negara yang sekarang lagi sibuk mengadakan pilcapres.

Coke vs Pepsi

Coke vs Pepsi

 

Semenjak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan.

Kita ambil ilmunya saja lah. Nah, kini sambil tidak mempermasalahkan dulu masalah etika, mari kita lebih menyorot kreativitas Coca Cola dan Pepsi dalam upayanya memenangi simpati dan preferensi pelanggan.

Di www.Hongkiat.com  beberapa iklan video kedua merek bisa kita pelototin. Contoh-contoh iklan-cetaknya bisa dinikmati dan dianalisa di bawah ini.

Iklan Cetak:

 

11 Komentar

  1. Sampai segitunya yah… tapi apa boleh ya comparative advertising yang vulgar seperti gambar yang terakhir? Salam kenal juga, dari yang baru belajar Marketing

  2. wah…

    mpe begitunya….

  3. ini baru perang….bukan sindir-sindiran he he

  4. TAMBAHIN CONTOH LAIN DUNK….

  5. save to my Bookmarks ;)

  6. oooooooooooooooooy…
    perang terus sono
    kapan damai
    inget lo

  7. kunaon atuh perang wae,lamun kitu mah teu bisa nyelesaikeun masalah,emangna naon kitu prbedaannana nepi keun gelut wae????????????
    mendingan ge akur anjeunana teh pan keur musim global emeh selesai masalahna…………………………………………………………………………………………………………………………….
    oucHEH

  8. Klo bs merk coca-cola_y d gnti mnjdi LOLO-LOLA bgs kn!!!!!!!!!!!!!

  9. keren……….!!!! persaingan bgitu kuat.

    so……ada yang respect thp market leader.

    n’ konsumen tambah ada pilihan untuk minuman bsoda ini.

  10. persaingan yg sgt ketat,mnjukan mrk emg musuh bebuyutan

  11. bagus dong berperang demi mendapat pasar


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar