Kurang lebih 10% dari iklan-iklan yang memenangi penghargaan kreativitas di seluruh dunia menggunakan logika Unifikasi. Teknik ini menghasilkan kombinasi atau pembauran yang tak terduga antara simbol produk dengan simbol benefit produk. 
Pada penampakan pertama pada iklan yang Anda lihat tampil sesuatu yang agak ganjil, disusul dengan kesadaran secara bertahap bahwa gambar itu menunjukkan sebuah pasta gigi dengan rasa stroberi.
Dengan cara demikian, unifikasi membangkitkan stimulasi visual yang membuat pemirsa berhenti dan mencoba-coba menebak ada apa di balik ‘teka-teki’ itu. Hal ini membuat iklan ini mampu meraih rating yang tinggi. Sesaat kemudian, begitu mereka menemukan jawabannya, maka misi pengiklan menciptakan sebuah pesan non-verbal yang kuat dan tak terlupakan dalam benak pemirsa iklan tercapai dengan sukses.
Satu hal yang perlu diperhatikan ketika memanfaatkan unifikasi dalam iklan adalah upaya membuatnya sebagai sebuah pembauran yang betul-betul menyatu sehingga mampu menciptakan sebuah bentuk baru yang tak terduga, bukan hanya sekedar sebuah stroberi yang ditempatkan di atas pasta gigi.
- Sumber : Kodomo Bates, Kuala Lumpur Kevin Lee Tim Yang K.H.
- zooz. co .il
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar




pak uyung ketemu lagi ma saya. liat blog saya pak, tapi masih belum on lagi untuk nulis. lama ga nulis jadi buat tulisan yang simpel2 aja dulu. mohon saran dan kritiknya pak
iya pak, saya jg sangat setuju dengan unifikasi iklan2. Yang baru2 ini saya sangat suka iklannya sampoerna tentang pemuda… keren abiz. ikalnnya axis yg versi layang2 jg bagus.
eh ketemu di sini juga akhirnya, selamat menikmati..