Saat membeli sesuatu, pembeli sebenarnya tak begitu peduli apa jenis barangnya, tetapi mereka lebihmemikirkan apa yang bisa mereka lakukan dengan barang tersebut. Jadi, alih-alih membeli fitur-fitur barangnya semata, mereka membeli benefit barang tersebut. Benefit ini harus terkait dengan kebutuhan, norma dan nilai-nilai mereka.
Charles Revlon dari Revlon Cosmetics sering berkata: “Di pabrik kami membuat sabun, namun [...]
November 17, 2008
Kategori: Pemasaran, Perilaku Konsumen . Yang berkaitan:
aktualisasi diri, benefit, BMW, Ciptadent, Close Up, copy iklan, Darlie, fitur, Formula, harapan, irit, Jaguar, kebutuhan, kebutuhan pasar, keselamatan, kesuksesan, kosmetik, laddering, Minolta, nilai, norma, pengakuan, pengembangan diri, Pepsodent, Revlon, Rover, segmen pasar, Smile Up, Volvo . Penulis: uyungs . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Pemasaran sebagai suatu fungsi manajemen kini menjadi lebih etis, berorientasi pada nilai, melebar, berorientasi pada pelestarian, fleksible dan antisipatoris. Konsep pemasaran kini diperluas sehingga mencakup tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu perlunya organisasi bertanggung jawab pada masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan untuk berkontribusi bagi kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga. Juga, karena konsumen [...]
November 6, 2008
Kategori: Pemasaran, Perilaku Konsumen . Yang berkaitan:
dekonsumsi, eskapisme, etis, gaya hidup, identitas, kecenderungan, kecepatan, kenyamanan, kualitas hidup, media sosial, nilai, Pemasaran, private banking, SOHO, tanggung jawab sosial, tren, video game . Penulis: uyungs . Komentar: 1 Komentar
Dalam strategi co-branding, dua merek melakukan aliansi, misalnya, dengan melansir produk baru dengan menggabungkan dua merek (seperti Sonny-Erricson, Philips-Alessi). Dalam kasus ini ada merek
utama (header) dan merek penguat (modifier). Kategori produk dari produk co-brandinglah yang menentukan merek mana yang berfungsi sebagai header brand. Karena produk Philips-Alessi termasuk kategori peralatan (elektrik) rumah tangga, maka kaitannya lebih ke [...]
Oktober 8, 2008
Kategori: Branding, IMC, Pemasaran . Yang berkaitan:
aliansi, asesoris, Baileys, co-brand, co-branding, desain, distribusi, emosional, Erricson, Häagen-Dazs, header, Itali, jaminan, jaringan, kognitif, komunikasi, kualitas, merek, modifier, nilai, nilai tambah, penguat, perilaku, persepsi, Philips-Alessi, quality perception, Sonny, strategi . Penulis: uyungs . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Penentuan positioning merek biasanya dilakukan pada 2 dimensi, yakni: harga relatif merek dan dimensi intrinsik (yang ditawarkan merek pada konsumen, baik dalam aspek- aspek material maupun imaterial). Pemasar bisa memilih antara ketiga strategi positioning harga berikut: strategi biaya rendah (low cost), premium dan prestis.
Kebijakan pricing atau penetapan harga bisa disesuaikan sesuai strategi masing-masing. Pada strategi [...]
Oktober 7, 2008
Kategori: Branding, IMC, Pemasaran . Yang berkaitan:
atribut, benak, diferensiasi, differential advantage, eksklusivitas, harga, imaterial, IMC, inovasi, intrinsik, investasi, komunikasi, komunikasi pemasaran, komunikasi pemasaran terpadu, kualitas, low cost, makna, marjin, marketing communication, material, murah, nilai, Pemasaran, penetapan harga, positioning, positioning harga, premium, prestis, pricing, psikologis, Rolex, strategi, target market . Penulis: uyungs . Komentar: 1 Komentar