Masalah atau issu dalam penggunaan strategi endorsement adalah standarisasi internasional. Beberapa contoh menunjukkan bahwa saat nama-nama merek terendors dibakukan di berbagai negara, maka merek endorser bisa berbeda.
Ada beberapa merek es krim dari Unilever, misalnya. Merek Carte d’Or, Magnum, Solero dan Viennetta memiliki level standarisasi yang sangat tinggi di berbagai negara. Namun, nama endorser yang dipakai [...]
Desember 29, 2008
Kategori: Branding, Pemasaran, merek, strategi . Yang berkaitan:
ice cream, standardisasi, strategi endorsemen, strategi merek, Unilever, Wall's . Penulis: uyungs . Komentar: 1 Komentar
Bukti lain merek mampu merepresentasikan nilai finansial adalah pembajakan (counterfeiting) dalam skala besar. Dalam kasus pembajakan merek, nama merek terkenal dipakai pabrikan lain secara ilegal. Pembajakan merek menyebabkan kerugian finansial bagi pemilik sah merek itu. Konon total nilai perdagangan produk atau barang bajakan telah mencapai $ 120 – $ 180 milyar setahunnya (mendekati 3 – [...]
Desember 5, 2008
Kategori: Branding, Pemasaran, humor, merek . Yang berkaitan:
ilegal, kerugian finansial, merek asli, merek terkenal, pembajakan merek, pembangkit tenaga nuklir, suku cadang, Unilever . Penulis: uyungs . Komentar: 1 Komentar
Dalam strategi merek multilitik (atau multi branded strategy), pemasar mengeksploitasi sejumlah merek yang masing-masing punya nama sendiri. Contoh perusahaan dengan portofolio merek individual adalah Procter & Gamble dan grup Unilever. Pada strategi merek multilitik, kita bisa membedakan nama merek yang mirip (series brand) dan merek yang sama sekali beda.
Merek serial (series brand) biasanya punya satu suku [...]
November 6, 2008
Kategori: Akuisisi merek, Branding, IMC, Pemasaran . Yang berkaitan:
akuisisi, brand value, Dior, dualitik, investasi, logo, McD, McDonald, merek korporat, merek serial, monolitik, multilitik, multinasional, Nescafe, Nestle, nilai merek, publikasi negatif, sejarah perusahaan, series brand, strategi merek, Unilever, Wall's . Penulis: uyungs . Komentar: & Komentar
Volkswagen terpaksa merubah nama model baru hanya beberapa saat sebelum peluncuran mobilnya dari Diago ke Vento, karena di Inggris saat itu banyak orang lagi kesal dengan Diego Maradona terkait dengan gol kontroversialnya di Piala Dunia sehingga Inggris tersisih di final.
Di Perancis, merek Toyota MR2 diganti menjadi MR saja, lantaran MR2 dibaca ‘merdeux’ yang artinya [...]
Oktober 31, 2008
Kategori: Branding, Pemasaran . Yang berkaitan:
asosiasi negatif, Axe, bahasa, deodoran, Diago, Inggris, Lynx, Maradon, Nescafe, pemilihan nama merek, proteksi hukum, Toyota, Unilever . Penulis: uyungs . Komentar: 1 Komentar