Strategi Ekstensi Merek untuk membangun portofolio merek

Strategi merek yang sukses membuat penetrasi ke berbagai pasar lebih mudah dilakukan. Strategi ekstensi dan strategi endorsemen adalah dua strategi merek yang mencoba untuk memanfaatkan kapitalisasi nama merek yang sudah ada. Di antara merek-merek yang terbilang sukses di Amerika, konon tidak kurang dari 66% lahir dari perluasan lini atau merek. Sebuah riset menyimpulkan bahwa asalkan pesan komunikasi pemasarannya tepat, efektivitas iklan berpeluang lebih besar bagi merek hasil ekstensi ketimbang peluncuran merek yang sepenuhnya baru.

Pada strategi perluasan (extension strategy), produk baru memperoleh nama merek yang sudah dipakai produk lain. Misalnya, Christian Dior meluncurkan Capture, produk anti-ageing liposome complex untuk kulit wajah. Kesuksesan produk ini kemudian mendorong Dior meluncurkan sejumlah lini produk lain, seperti eye shapers, lip shapers dan kemudian produk-produk lain untuk anggota tubuh lainnya dengan tetap mengeksploitasi merek Capture. Begitu pula halnya perusahaan Jerman Beiersdorf yang memakai merek Nivea (produk aslinya: krim kulit) guna melansir sejumlah produk perawatan tubuh lain.

Produk asli biasanya disebut produk induk, sementara produk baru dengan nama sama disebut produk perluasan atau turunan. Berdasarkan ‘jarak’ antara produk induk dan produk perluasan, kita bisa membeda-bedakannya menjadi perluasan atau ekstensi konsep, merek, atau lini. Dalam hal perluasan lini atau ekstensi lini, produk induk dan produk perluasan memiliki kategori produk yang sama, misalnya kategori produk perawatan tubuh. Perluasan atau ekstensi merek terjadi bila produk induk dan perluasan berada pada kategori produk yang berbeda, tapi masih memiliki tipe produk yang sama. Misalnya, merek Pepsodent dipakai untuk dua kategori produk: kategori pasta gigi dan sikat gigi. Lantaran keduanya merupakan produk perawatan gigi, maka mereka tidak berbeda dalam tipe produk.

Merek-merek yang digunakan untuk tipe produk yang berbeda dikatakan menerapkan strategi perluasan atau ekstensi konsep. Misalnya, nama Caterpillar dipakai untuk mesin ekskavator (tipe produk: mesin) dan sepatu (perlengkapan busana), sedangkan merek Virgin dipakai untuk label kaset, toko musik, vodka, soft drink, maskapai penerbangan, perusahaan kereta api, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s