Konsep Iklan setelah benefit tidak lagi menjadi faktor diferensiasi

Pesan iklan sudah semestinya bermula dari konsep produk yang kuat, karena memang biasanya yang dikomunikasikan dalam pesan iklan adalah benefit unik produk tersebut. Meskipun demikian seiring berjalannya waktu pemasar dapat saja merubah-rubah pesan iklan, khususnya apabila di mata konsumen benefit yang lama sudah tidak lagi dipersepsi sebagai faktor diferensiasi produk, dan pemasar ingin menggali benefit baru yang berbeda dari produk tersebut. Dalam konteks ini, faktor kreativitas menjadi penting.  

Personel kreatif biasanya menggunakan beberapa metode dalam upayanya menelorkan appeal iklan. Dengan mewawancarai pelanggan, dealer, pakar dan bahkan pesaing, pekerja kreatif mampu mengira-ngira benefit atau fitur produk apa lagi yang hendak dipromosikan lantaran relevansinya dengan kebutuhan pelanggan. Cara ini disebut metode induktif.

Sebaliknya, sejumlah pekerja kreatif menggunakan kerangka deduktif untuk menghasilkan pesan iklan. Pembeli mengharapkan produk dapat memberikan salah satu dari empat jenis imbalan (reward): rasional, indrawi, sosial dan pemuasan ego. Pembeli mungkin memvisualisasikan reward ini dalam berbagai jenis pengalaman : results-of-use experience, product-in-use experience, atau incidental-to-use experience. Dengan menyandingkan masing-masing jenis reward dan pengalaman maka didapat 12 jenis pesan iklan. Misalnya, pesan “Mencuci pakaian lebih bersih” dari produk deterjen merupakan janji imbalan-rasional yang dikaitkan dengan results-of-use experience. Sementara kalimat “Asyiknya rame-rame..” adalah janji imbalan sosial yang diikuti dengan incidental-to-use experience.

Semakin banyak konsep alternatif iklan dibuat sebelum menetapkan pilihan akan menelorkan hasil yang lebih baik. Namun makin banyak waktu dihabiskan oleh pekerja kreatif menelorkan sejumlah alternatif iklan, semakin terdongkrak pula biaya pembuatan iklan, belum lagi biaya untuk melakukan pretest masing-masing konsep iklan. Untungnya kemajuan teknologi, khususnya program-program grafis komputer kini sangat memudahkan bagian kreatif perusahaan iklan untuk menyusun dan mendeskripsikan berbagai konsep iklan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s