Media Iklan dan Media Planner

Agar kriteria reach, frekuensi, dan dampak (impact) dapat diraih secara maksimal; pengiklan berusaha menemukan media yang paling efektif  untuk men-deliver pesan dalam jumlah exposure yang diinginkan kepada audiens sasaran.  Reach dipandang sangat penting untuk peluncuran produk baru, perluasan merek

 terkenal, flanker brand, atau merek yang frekuensi pembeliannya rendah, serta apabila pemasar membidik pasar sasaran yang luas. Sementara itu, frekuensi diutamakan apabila ada pesaing-pesaing yang kuat, ada cerita yang agak kompleks yang mesti disampaikan, resistensi konsumen yang tinggi, atau frekuensi pembelian produk tinggi.

Banyak pengiklan percaya bahwa audiens sasaran perlu dibombardir exposure iklan agar iklan bisa berdampak. Pengulangan yang terlalu sedikit akan dianggap sia-sia, karena tak akan sempat mendapat perhatian. Namun, sebagian lainnya meragukan pentingnya pengulangan iklan. Mereka percaya bahwa begitu orang melihat beberapa kali, maka konsumen mungkin bertindak seperti yang dikehendaki pengiklan, mengacuhkan atau justru merasa terganggu.  Lantaran hal-hal di atas berkaitan dengan pemilihan media, muncullah profesi baru: media planner.

Perencana media mesti tahu kemampuan masing-masing jenis media untuk men-deliver reach, frekuensi dan dampak. Dalam memilih media tertentu, perencana media umumnya menggunakan beberapa pertimbangan berikut:

         Kebiasaan media audiens sasaran: Misalnya, untuk menjangkau kaum remaja, radio dan teve dianggap lebih efektif.

         Produk:  Iklan busana wanita paling tepat dipajang di majalah berwarna, sementara kamera Polaroid bisa didemokan penggunaannya lewat teve.  Berbagai jenis media punya keunggulan masing-masing dalam visualisasi, warna, derajat kepercayaan, demonstrasi, serta kemampuan menjelaskan.

         Pesan : Pesan promosi obral besar-besaran keesokan hari lebih tepat ada di radio, koran, dan teve. Pesan berisikan data-data teknis  mungkin memerlukan majalah khusus atau surat (mailing).

         Biaya: Teve sangat mahal, sementara iklan koran relatif tak mahal. Namun yang lebih penting adalah biaya-per-seribu-eksposur (cost-per-thousand exposures). Perlu dibedakan istilah sirkulasi, audiens, audiens efektif, dan effective ad-exposed audience.

1 Komentar

  1. mas ada pertanyaan yang ingin saya ajukan. “Bagaimana suatu creative media bisa mempengaruhi positioning suatu brand (produk) ??? kalau memang demikian tentunya tidak sembarang media bisa menjadi media iklan walaupun konsep dasarnya kuat.” bisa tolong beri penjelasan.
    thanks mas ya. tolong di bales.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s