Faktor Gender dalam Segmentasi

Faktor gender masih relevan dalam segmentasi. Satu tren penting pada tahun 2000-an adalah perubahan yang terus terjadi pada ‘konsumen wanita’. Meningkatnya angka perceraian dan pasar ‘lajang’ mendukung terjadinya perubahan peran gender, kini wanita menjadi lebih individualis dengan mengurusi kariernya sendiri ketimbang sekedar menjadi ibu rumah tangga. Pemasaran yang ditujukan pada wanita masih mungkin akan terus mengalamai pembaharuan-pembaharuan.

Konsep ‘kaum pria baru’ muncul pada awal tahun 2000-an dan kita melihatnya lewat iklan popok, misalnya, adanya ‘lelaki yang penuh kasih sayang dan perhatian’ yang menggendong bayinya; sebuah citra yang sangat  berbeda dengan pria pemberani yang agresif dan egois pada iklan-iklan rokok. Masih diperdebatkan apakah tahun-tahun mendatang terwujud perubahan nyata menuju ‘kaum pria baru’ yang penuh kasih sayang dan perhatian, yang jelas ketika peran wanita berubah maka peran pria pun juga berubah.

Meningkatnya angka perceraian dan masyarakat yang makin permisif  pada kaum homoseksual juga akan turut  mempengaruhi baik gender maupun peluang bagi produk yang sesuai dengan pasar lajang di kota-kota besar (pasar metroseksual).

 

1 Komentar

  1. Itu merah-merah yang dipakai pria dalam gambar ketiga, apaan tuh? Good posting


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s