Iklan yang Mengeksploitasi Rasa Takut dan Rasa Malu

Untuk mempromosikan produknya pengiklan terkadang tidak memilih appeal yang positif, namun justru memakai appeal negatif. Pemasar dalam iklan-iklannya mengeksploitasi rasa takut, rasa bersalah, dan rasa malu konsumen agar mau melakukan sesuatu (menggosok gigi, memakai deodoran, melakukan pemeriksaan kesehatan) atau berhenti melakukan sesuatu (merokok, penyalahgunaan akohol,  makan berlebihan). 

Umumnya, appeal terhadap rasa takut bisa efektif kalau pesannya dibuat tidak terlalu kuat. Temuan riset komunikasi pemasaran mendapati bahwa baik appeal rasa takut yang sangat kuat maupun yang sangat lemah tidak akan berdampak seefektif appeal yang sedang-sedang saja. Selain itu, appeal terhadap rasa takut akan berdampak kalau sumber punya kredibilitas cukup tinggi. Komunikator juga mesti meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bisa menghapuskan ketakutan di atas dengan cara yang efisien dan dapat dipercaya.

Heboh sindrom pernafasan akut parah (SARS) pada awal tahun 2003, bagi sebagian produsen farmasi menjadi berkah. Waktu itu, produsen Ester-C mengaku penjualan produknya meningkat lima kali lipat. Iklan produk vitamin dan multivitamin berlomba-lomba memanfaatkan tema kepanikan pada SARS.  Enervon-C beriklan: “Untuk mengurangi kemungkinan terserang SARS, jaga daya tahan tubuh agar tetap fit. Minum Enervon-C setiap hari”. Atau “Perkuat benteng, antisipasi SARS” oleh Pacekap. Medifarma Laboratories April 2003 lalu bahkan membagi-bagi masker di Bundaran Hotel Indonesia. Pendeknya, iklan dan cara komunikasi pemasaran tersebut dibuat untuk bisa mendongkrak kepanikan dan kekhawatiran konsumen, sehingga mereka sukarela membelanjakan uang untuk memelihara kesehatan dan membeli produk mereka. Sejumlah pengamat mempertanyakan etis tidaknya komunikasi pemasaran semacam ini.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s