Stimuli di dalam Toko merangsang kedatangan konsumen

Pemasar berupaya agar di dalam toko tersedia sebanyak-banyaknya stimuli yang mampu mempengaruhi kognisi, sikap dan perilaku belanja konsumen: cahaya, tingkat kebisingan, aroma, suhu, space antar rak dan display, sign, warna, barang dagangan yang ditata rapi, karakteritik pengunjung lain dan busana para tenaga penjual.

Tanda penunjuk dalam toko mengarahkan konsumen pada barang-barang tertentu dan memberitahu benefit produk dan informasi harga. Tanda penunjuk turut mempengaruhi kognisi konsumen (konsumen mengolah informasi tanda penunjuk secara berbeda) dan perilaku konsumen pada point of decision dan point of sale. Penjualan bisa saja meningkat karena penggunaan jenis tanda penunjuk tertentu.

Warna mempunyai dampak fisik dan psikologis pada persepsi konsumen terhadap lingkungan toko ritel. Warna dapat merangsang kedatangan konsumen dan juga potensi pembentukan kesan. Sebagai contoh, lingkungan warna yang hangat menggugah situasi pembelian yang terkait dengan pembelian tak terencana. Warna-warna dingin lebih cocok di saat konsumen memerlukan pertimbangan keputusan pembelian.
Penelitian umumnya mendapati bahwa latar belakang musik dalam toko sementara aktivitas lain terus berjalan mempengaruhi sikap dan perilaku. Musik kerap diputar dalam berbagai toko ritel dan bank. Tempo musik latar turut mempengaruhi perilaku konsumen. Musik beralun lambat mendorong volume penjualan yang lebih besar, saat konsumen yang berlama-lama merasa kerasan di toko dan akhirnya membeli barang-barang lain, nampaknya musik mempengaruhi perilaku konsumen tanpa disadari.

Kognisi Yang Terkait dengan Toko
Sejumlah proses kognisi dan afektif akan dibicarakan dalam kaitannya dengan toko ritel. Dua variabel mental yang biasanya menjadi perhatian manajemen ritel ialah citra toko dan lingkungan atau atmosfer toko. Keduanya berkaitan dengan pengaruh atribut toko pada kognisi konsumen dan sikapnya.
1. Citra Toko
Citra toko mengacu pada apa yang dipikirkan konsumen tentang toko tertentu yang mencakup persepsi dan sikap yang didasarkan pada sensasi stimuli terkait dengan toko yang diterima melalui indera. Citra toko biasanya diketahui dengan bertanya pada konsumen seberapa pentingkah atau seberapa menyenangkan aspek-aspek operasional toko ritel tersebut. Teknik pengukuran skala, seperti diferensial semantik, digunakan secara luas untuk tujuan ini.
Penelitian citra toko dilakukan melalui survei konsumen terhadap persepsi dan sikapnya pada dimensi-dimensi toko. Seringkali atribut yang sama dari masing-masing toko-toko yang bersaing diteliti guna membandingkan kekuatan dan kelemahannya image gerai tertentu terhadap image toko pesaingnya. Mengembangkan citra toko yang konsisten menjadi tujuan pengecer yang berkepentingan mengkoordinasikan berbagai aspek citra toko guna menciptakan daya tarik bagi segmen pasar tertentu.
2. Atmosfer Toko
Atmosfer toko berusaha menggugah keadaan emosional dalam toko yang mungkin tidak disadari sepenuhnya oleh konsumen di saat belanja. Keadaan emosional ini sulit dilukiskan konsumen, namun yang pasti melekat agak lama dan mempengaruhi perilaku dalam-toko secara tidak disadari. Stimuli lingkungan mempengaruhi emosi konsumen, yang selanjutnya mengarah pada perilaku penghindaran atau perilaku pendekatan. Perilaku pendekatan berarti pergerakan ke arah lingkungan dan stimuli, sebaliknya perilaku penghindaran berarti pergeseran menjauhi berbagai lingkungan dan stimuli pemasaran.

6 Komentar

  1. yth pak uyung, sejauh mana penelitian mengenai hal ini sudah dilakukan di indonesia? hal apalagi yg perlu digali?

    thx,
    best regards

    ricky

  2. Maaf mas Ricky, saya tidak tahu persis ttg riset yg pernah dilakukan di Indonesia. Hanya sy teringat seorang direktur bank yg kebetulan pernah jd bos sy meminta arsitek untuk menekankan warna kemerah-merahan sebagai tema utama di front office, kemudian juga mengatur agar di front ofifice diperdengarkan musik2 tertentu.

  3. assalam……………
    perkenaLkaN saya QOri. sekarang saya gi nyusUN skripsi yg berjudul “PENGARUH CITRA TOKO TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA” DAN SAAT INI saya agaK kesUSAHAN meNCARI LITERATUR baik itu menurut para aHLI ataupUn u/ peneliti terdahulu Untuk JUDUL saya……..

    untuk tesis yg bapak tulis sebelumnya juga saya pernah baca JUDUL BUKUnya “cONSUMEN BEHAVIORnya C.OLSON daN pHILIP KOTLER 2002. tapi memang dalam pembahasan buku itu lebih mengarah pada suasana toko (yg menjadi salah satu variabel yg sering juga dimasukkan sebagai bagian dari citra toko)

    saat ini saya bener2 daN berhaRAP S’X UNTUK baNTUAnya…………..
    apa bapak punya referensi dalam bentu artikel lain ato referensi buku lain untuk masalah saya???

    MOHON BANTUANNYA.
    trimakasih juga sebelumnya ^_^

  4. mOhon jawabanya yah pak…………………………

  5. coba dicek di:bukunya :
    Bellenger, D. N & Goldstrucker, Jac L. (1993). Retailing Basic. Boston: Richard D. Irwin.Inc., Illinois
    dan
    Mason, Morris dan Hazel (2001): Retailing (4ed), Boston, Irwin Home Wood.

  6. bagus jg


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s