Pemasaran kini makin etis dan berorientasi pada nilai

Pemasaran sebagai suatu fungsi manajemen kini menjadi lebih etis, berorientasi pada nilai, melebar, berorientasi pada pelestarian, fleksible dan antisipatoris. Konsep pemasaran kini diperluas sehingga mencakup tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu perlunya organisasi bertanggung jawab pada masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan untuk berkontribusi bagi kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga. Juga, karena konsumen kini makin sadar mutu, pemasaran penciptaan-nilai dan pemasaran bernilai-tambah akan menjadi pendekatan-pendekatan yang makin dominan.2003499885648802526_rs

Pendekatan-pendekatan ini mewakili suatu keseluruhan sistem di mana termasuk di dalamnya speed (kecepatan), comfort (kenyamanan) dan upaya obsesif terhadap kepuasan konsumen. Filosofi neo-marketing pada hakekatnya lebih konsumen-sentris. Dua kecenderungan terjadi sekaligus; segala sesuatu menjadi makin identik, namun perbedaan-perbedaan juga menjadi makin lebar!… Ini nampaknya kontradiktif. Namun di sisi lain, banyak tren serupa meruyak di mana-mana di berbagai belahan dunia. Lebih banyak lagi wanita menuntut perlakuan setara di tempat kerja, juga tuntutan yang sama mendambakan kenyamanan, produk-produk yang lebih sehat dan penuh nutrisi. Tidak terelakkan muncullah nama-nama merek yang sama di berbagai negara. Di sisi lain, produk-produk yang tumbuh lebih cepat justru tidak ditujukan pada pasar massa namun pada segmen yang sangat spesifik yang lebih mengacu pada gaya hidup.

Konsumen getol mengekspresikan identitas mereka sendiri yang unik. Konsumen menuntut keragaman seluas-luasnya dalam produk demi kebutuhan individual dan lokal mereka. Konsumen makin mencurahkan perhatian pada identitas lokal. Banyak orang tidak ingin melihat toko yang persis sama dan barang-barang yang sama kemana pun mereka pergi. Merek yang mencerminkan ciri atau identitas lokal atau nasional justru berpotensi besar dalam dunia yang makin mengglobal. Sebagian konsumen mulai melihat merek-merek global makin membosankan, terlalu standar dan tidak punya kekhasan. Tetapi fakta ini tidak terkristalkan dalam kecenderungan sosial. Kini malah meningkat homogenisasi selera dan juga keseragaman gaya hidup dalam pasar internasional. Pemasaran global tanpa batas makin mengemuka. Pasar global menjadi melting pot, bukan saja pada orang-orang namun juga pada produk dan jasa. Pasar nasional akan menjadi lebih gampang diakses dan identik. Para pemasar benar-benar mulai menyadari bahwa mereka mesti memanfaatkan tren-tren sosial karena kalau tidak, mereka akan tersisih. Para pemasar perlu mengetahui bagaimana perubahan nilai-nilai konsumen akan mempengaruhi produk mereka. Goncangan sosial yang terjadi bakalan merubah wajah masyarakat, ditandai beberapa kecenderungan penting:

– Munculnya generasi video game dan internet. Media sosial bertumbuhan.

– Cocooning (sindrom menghabiskan waktu lebih banyak di rumah), juga bermakna bahwa konsumen menginginkan proteksi diri dan kemandirian.

– Minat yang berkembang pada makanan yang dikombinasikan dengan obat-obatan (foodacenticals).

– Petualangan fantasi: konsumen makin butuh eskapisme emosional (misal; virtual reality dan sensavision television).

– Memanjakan diri dengan privilese: sebagian konsumen merasa berhak mendapat sesuatu yang spesial (private banking).

– Egonomics: Tak satupun benar-benar mirip denganku, maka aku ingin sesuatu yang khas diriku: Kustomisasi atau “aku ingin jadi diriku sendiri”.

– Konsumen yang siaga (vigilante consumer): Konsumen ingin perusahaan lebih bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan.

– Kemungkinan Dekonsumsi: Di saat resesi, sebagian konsumen mengurangi standar kualitas produk. Namun demikian, kini, ekspektasi pada kualitas tetap dijaga sementara justru konsumen makin membatasi volumenya. Di negara-negara maju, hal ini mendorong lahirnya fenomena baru, dekomsumsi, yang disebabkan muaknya aspek emosional karena terlalu banyaknya konsumsi.

– “Home is hot” : home delivery (antaran rumah), home offices (kantor di rumah), home decor, home furniture, home safety – apapun yang menyangkut atau yang membuat orang kerasan “di rumah sendiri” – akan menemukan pasar yang bertumbuh. Dewasa ini perusahaan-perusahaan menemukan pasar baru yang disebut sebagai SOHO (small office, home user).

1 Komentar

  1. Artikel yang menarik. Memang dewasa ini konsumen semakin pintar karena semakin benyak informasi yang diserap oleh konsumen. selain itu juga semakin banyak pilihan produk dan layanan ……..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s