Difusi Produk Inovasi

Proses difusi produk inovasi menggambarkan bagaimana proses sebuah inovasi dikomunikasikan dan disebarkan dalam masyarakat. Inovasi mengacu pada kebaruan di pasar. Suatu inovasi  barangkali benar-benar bersifat baru: sebuah lompatan inovasi (discontinuous inovation), misalnya televisi  atau PC yang pertama. Inovasi mungkin juga sekedar pengembangan dari produk yang sudah ada: inovasi berkelanjutan (continuous inovation), misalnya, deterjen Rinso Anti-noda, Rinso Warna dan Rinsomatix dibandingkan Rinso biasa.

rinso matix

rinso matix

Komunikasi bisa mengambil bentuk komunikasi personal langsung ataupun komunikasi tak-langsung yang bersifat informal di mana arus informasi dari pembentuk opini mengalir secara alami. Ini  sungguh penting, karena acap kita temui, pembentuk opini lokal  justru lebih punya daya bujuk ketimbang iklan mahal. Bagaimana cara pemasar mempengaruhi influencer merupakan tantangan tersendiri.

Proses adopsi inovasi bak dua sisi dari mata uang yang sama. Proses ini menjelentrehkan penerimaan inovasi oleh individu melalui tahap-tahap awareness, minat, evaluasi, coba-coba, dan ‘adopsi.  Biasanya, konsumen yang inovatif melewati tahap-tahap ini dengan sangat cepat. Unsur-unsur difusi juga ada disini. Misalnya, kita tertarik pada perkembangan tahap-tahap ini sesuai daya inovasi individual, yang berkaitan dengan posisi mereka dalam masyarakat dan bagaimana mereka saling mempengaruhi serta sumber-sumber komunikasi yang mereka cari dan pengaruhi.

Riset konsumen juga turut berfungsi mengidentifikasi ciri-ciri konsumen yang lebih inovatif dan apa perbedaan mereka dengan konsumen lainnya. Para inovator cenderung lebih muda, terdidik, dan memiliki mobilitas sosial tinggi, serta lebih toleran pada resiko (berjiwa petualangan), punya tingkat partisipasi sosial dan daya pengaruh opini (opinion leadership) yang lebih tinggi.

Inovator umumnya cenderung seorang pemakai berat (heavy user) barang-barang lain dalam kelas produk yang sama. Misalnya, pengdopsi awal PDA (personal digital assistant) tentunya sudah lama akrab dengan komputer. Untuk kategori produk tertentu, inovator punya struktur pengetahuan lebih baik yang membuat mereka cepat memahami dan mengevalusi produk baru sehingga mereka bisa ‘mengadopsi’ lebih cepat ketimbang orang lain.

Bahwa jenis konsumen yang berbeda membeli produk pada masing-masing tahapan daur hidup produk berperan penting dalam rumusan strategi produk. Strategi produk (dan unsur-unsur lain strategi pemasaran) mesti diubah-ubah agar menarik minat jenis konsumen yang berbeda-beda.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s