Persepsi Resiko: tip buat penggiat Internet Marketing

 

Pernahkah Anda merasa tertarik pada produk yang ditawarkan dalam program direct response (DRTV) di televisi? Semua benefit produk ditonjolkan secara rinci dan meyakinkan. Namun Anda ragu karena tidak bisa melihat atau menyentuh secara langsung produk yang ditawarkan itu.

beli atau tidak?

beli atau tidak?

Saat mengambil keputusan konsumen mesti menimbang-nimbang resikonya berupa resiko keuangan, sosial, fisik atau lainnya. Mengurangi ketidakpastian tidak sama dengan mengurangi resiko. Bila konsumen sadar berbagai kemungkinan yang bisa terjadi makin menurunlah derajat ketidakpastian dan ketidakjelasan, walau tidak mengurangi resiko itu sendiri. Jadi, informasi berfungsi mengurangi ketidakpastian atas alternatif yang ada karena resiko lebih rinci dijabarkan, misalnya dengan menyadari efek samping obat.

Persepsi resiko bisa menimbulkan konflik bagi pembuat keputusan. Tingkat konfliknya bergantung pada empat faktor yaitu: jumlah alternatif, persamaan di antara alternatif yang ada, sejauh mana putusan itu penting bagi konsumen dan tingkat inkompatibilitas alternatif. Derajat ketidakpastian menjadi makin tinggi bila terlalu banyak alternatif, alternatif itu tampak serupa walau masih bisa dibedakan dari dampak dan jumlah dana yang terlibat.

Putusan konsumen kerap diwarnai dengan resiko keuangan, temporal dan resiko upaya perilaku. Untuk putusan tertentu, resiko fisik bisa terjadi misalnya dalam menyetir mobil, jenis olahraga keras, makanan, dan obat-obatan. Pemasar memikirkan beberapa cara guna mengurangi resiko konsumen. Umumnya, konsumen menganggap mail order atau e-commerce beresiko karena mereka tidak bisa melihat, menyentuh, dan mencoba produknya sebelum membeli. Pengecer dalam bisnis mail order, internet marketing atau e-commerce bisa menerapkan metode-metode berikut untuk meyakinkan orang untuk membeli tanpa resiko.

1.       Memberi informasi lebih valid kepada konsumen dalam memilih barang dan jasa, misalnya dengan merancang katalog atau travel guide yang lebih berkualitas.

2.       Konsumen akan loyal pada merek dan toko bila mereka meraih pengalaman positif. Toko bisa terlebih dulu menyeleksi barang yang mampu mengundang kelompok sasaran tertentu.

3.       Konsumen lebih mengandalkan rekomendasi orang lain yang telah merasakan pengalaman  positifatau yang kita kenal dengan testimoni.  Toko bisa mendorong mereka bertindak sebagai ‘duta’ bagi kepentingan toko dengan menyebarkan informasi getok tular. Pada pemasaran langsung, program ‘member get member’ bisa mendorong getok tular dan merupakan cara efisien menambah database konsumen.

4.       Penjual bisa menawarkan garansi uang kembali jika konsumen tidak merasa puas dengan barang yang dibelinya.

Tiga metode pertama dalam mengurangi resiko erat kaitannya dengan komponen probabilitas seperti informasi, loyalitas konsumen pada merek atau toko, rekomendasi, atau reputasi, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pembelian tidak memuaskan. Garansi uang kembali mengurangi dampak negatif dari putusan beresiko, apapun bentuk resikonya. Tak heran, perusahaan internet marketing, mail order atau program direct response di televisi biasanya selalu menawarkan garansi uang kembali dalam usahanya meyakinkan  konsumen untuk segera melakukan pembelian.

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s