KOMUNIKASI POLITIK OBAMA

Barack Obama terpilih sebagai Marketer of the Year  2008 dari Ad Age mengalahkan merek-merek terkenal seperti Apple dan Nike. Betapa tidak? Sejumlah jajak pendapat hingga dua minggu menjelang pemungutan suara mengunggulkan Barack Obama sebagai pemenang pilcapres Amerika Serikat 2008. Koran-koran terkenal bahkan sudah merilis tajuk rencana yang mendukung Obama sebagai kandidat presiden yang paling tepat untuk mengurai kekusutan masalah, baik ekonomi maupun geopoltik, yang kini mengancam AS ke tubir jurang resesi ekonomi.

Kemenangan Obama hingga sampai pada tahap ini banyak dinilai sebagai kemenangan komunikasi politik Baca lebih lanjut

Iklan

Apalah arti sebuah nama merek?

Nama merek rokok kalau dipikir-pikir lucu-lucu ya? Ada merek rokok Jarum, Jagung, Jambu Bol, Kerbau, Gudang Garam (apa hubungannya rokok dengan garam hayoo?), Grendel (kok gak sekalian dikasih nama Gembok saja?)

Nama merek menurut teorinya bisa menimbulkan dua asosiasi dalam benak konsumen, yaitu asosiasi tentang nama itu sendiri (terlepas dari merek yang diberi nama) dan asosiasi-asosiasi yang dipelajari konsumen untuk dikaitkan dengan nama merek itu dalam penggunaannya sebagai nama merek. Dalam pilihan nama merek, pemasar umumnya menyetujui atau menolak sebuah nama atas dasar asosiasi yang ditimbulkan nama tersebut saat itu. Katakanlah pemasar memberi nama komputer yang akan dilansirnya ke pasar dengan nama Kangaroo, maka asosiasi yang dibangkitkan nama ini tidak cocok dipakai untuk komputer daripada Laser, misalnya. Nama Laser menerbitkan asosiasi pada teknologi moderen dan tidak menyimpang dari citra konsumen mengenai komputer pada umumnya. Baca lebih lanjut

Mengubah Merek


         Ada tujuh alasan mengapa perusahaan harus mengubah nama merek. Alasan pertama adalah asosiasi nama merek yang berpotensi merugikan nilai merek. Satu contoh adalah merek Kentucky Fried Chicken. Di Amerika, fried diasosiasikan negatif dengan dampaknya atas kesehatan konsumen (umumnya, orang Amerika kini sadar kolesterol). Karena itulah rantai restoran ayam ini kini lebih sering memakai singkatan KFC ketimbang nama Kentucky Fried Chicken, sambil mencoba menghindari sebisa mungkin konotasi negatif kata ‘fried’.

            Pada contoh KFC, penekanannya lebih pada asosiasi nama merek itu sendiri.  Adapun alasan kedua perubahan nama merek yaitu terkait dengan asosiasi merek. Dalam hal ini, asosiasi merek material atau imaterial dipersepsi konsumen merugikan nilai merek itu. Kemungkinannya adalah merek bercitra lemah, sehingga merek rusak gara-gara publikasi negatif. Agar merek bercitra lebih bagus, re-framing asosiasi mungkin butuh banyak dana dan waktu lama. Perubahan nama merek bisa menjadi solusi; maka perubahan nama merek biasanya sekaligus juga bermakna perubahan positioning. Perubahan merek memberi ‘kehidupan kedua’ bagi merek yang menjadi korban publikasi negatif.

            Alasan ketiga mengubah nama merek adalah perbedaan nilai-tambah antar merek perusahaan yang sama (kesenjangan nilai ini biasanya terasa  pada familiaritas merek). Misalnya, dulu perusahaan Consolidated Foods (CFC) pernah mempunyai merek bernilai lebih tinggi ketimbang merek korporatnya sendiri; mungkin karena itulah CFC mengubah namanya menjadi Sara Lee. Mirip dengan itu,  pada tahun 1994 BSN mengubah namanya menjadi Danone. Baca lebih lanjut