Iklan subliminal membujuk pikiran bawah sadar pelanggan

Banyak orang percaya bahwa konsumen dapat dipengaruhi pada tingkat ‘bawah sadar’ bahkan tingkat ‘tidak sadar’ dengan iklan “subliminal”. Iklan subliminal mampu mempengaruhi perilaku konsumen tanpa konsumen menyadarinya. Contoh klasik uji percobaan iklan subliminal adalah tayangan kilat pesan seperti

jessica rabbit

jessica rabbit

“makanlah popcorn” atau “minumlah Coca-Cola” yang diselipkan dalam sebuah film  di bioskop New Jersey.  Tayangan ini begitu cepatnya sehingga tak dapat ditangkap  pikiran ‘sadar’.  Pendekatan itu dipakai dalam media film yang kemudian memicu timbulnya polemik di publik  sehingga iklan subliminal kini dianggap illegal di banyak negara.

 

Baca lebih lanjut

Pemasaran kini makin etis dan berorientasi pada nilai

Pemasaran sebagai suatu fungsi manajemen kini menjadi lebih etis, berorientasi pada nilai, melebar, berorientasi pada pelestarian, fleksible dan antisipatoris. Konsep pemasaran kini diperluas sehingga mencakup tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu perlunya organisasi bertanggung jawab pada masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan untuk berkontribusi bagi kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga. Juga, karena konsumen kini makin sadar mutu, pemasaran penciptaan-nilai dan pemasaran bernilai-tambah akan menjadi pendekatan-pendekatan yang makin dominan.2003499885648802526_rs

Pendekatan-pendekatan ini mewakili suatu keseluruhan sistem di mana termasuk di dalamnya speed (kecepatan), comfort (kenyamanan) dan upaya obsesif terhadap kepuasan konsumen. Filosofi neo-marketing pada hakekatnya lebih konsumen-sentris. Dua kecenderungan terjadi sekaligus; segala sesuatu menjadi makin identik, namun Baca lebih lanjut

Iklan yang Mengeksploitasi Rasa Takut dan Rasa Malu

Untuk mempromosikan produknya pengiklan terkadang tidak memilih appeal yang positif, namun justru memakai appeal negatif. Pemasar dalam iklan-iklannya mengeksploitasi rasa takut, rasa bersalah, dan rasa malu konsumen agar mau melakukan sesuatu (menggosok gigi, memakai deodoran, melakukan pemeriksaan kesehatan) atau berhenti melakukan sesuatu (merokok, penyalahgunaan akohol,  makan berlebihan). 

Umumnya, appeal terhadap rasa takut bisa efektif kalau pesannya dibuat tidak terlalu kuat. Temuan riset komunikasi pemasaran mendapati bahwa baik appeal rasa takut yang sangat kuat maupun yang sangat lemah tidak akan berdampak seefektif appeal yang sedang-sedang saja. Selain itu, appeal terhadap rasa takut akan berdampak kalau sumber punya kredibilitas cukup tinggi. Komunikator juga mesti meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bisa menghapuskan ketakutan di atas dengan cara yang efisien dan dapat dipercaya.

Baca lebih lanjut

Efektivitas Pesan dalam Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran senjata ampuh para pemasar ? Ikuti ceritanya..  Rony adalah tipikal konsumen di kota besar yang kerap terekspos komunikasi pemasaran. Setelah melewati hari yang melelahkan, dia menyandarkan tubuh di sofanya yang nyaman sambil menyeruput capuccino. Dia merengkuh remote control, menyalakan tevenya dan tak sengaja terhenti pada ‘infomercial’ tayangan tengah malam. Selama 30 menit berikutnya Rony menyaksikan si pembawa acara dan audiens memuji-muji kehebatan sebuah cairan pembersih ajaib, yang bisa dipakaikan ke mobil, perangkat elektronik, perabot rumah tangga, dan mebel serta mampu menyulapnya menjadi kinclong. Produk langsung diujicobakan dengan beragam cara, diperbandingkan dengan produk pesaing, penonton boleh mencobanya langsung, dan akhirnya di akhir acara, setelah pemirsa dibuat penasaran baru harganya diumumkan dengan cara yang sedikit dramatis. Pembawa acara dengan gayanya yang sangat persuasif mengumumkan tawaran khusus terbatas dengan harga istimewa plus satu paket asesoris gratis. Tanpa berpikir panjang, Rony memutuskan memutar nomer telepon bebas pulsa yang sempat dicatatnya setelah sebelumnya mencabut kartu kredit dari dompetnya. Kasus di atas contoh pesan yang efektif dalam komunikasi pemasaran. Baca lebih lanjut