Selebritis bisa mendongkrak dampak iklan?

Kampanye iklan paling sukses sekaligus paling lama ditayangkan dalam sejarah tidak lain adalah

Rooney

Rooney

kampanye iklan koboi Marlboro.  Meski banyak yang mungkin menolak iklan rokok itu, namun tak akan ada yang membantah efektivitas kampanye itu. Asumsinya banyak orang menganggap koboi bisa mencerminkan daya kekuatan, kejantanan, dan rasa aman. Koboi berfungsi sebagai stimulus primer atau unconditioned stimulus.  Menurut teori, perasaan positif yang dipicu oleh citra koboi disebut sebagai unconditioned response.

Selain koboi, pengiklan kerap memakai pemain film, penyanyi, pembalap, atau bintang olah raga sebagai endorser. Bisa juga tokoh bisnis, tokoh kartun, tokoh binatang, dalang atau pelawak tenar. Anjing bernama Beethoven, misalnya, adalah tokoh binatang yang banyak dimanfaatkan sebagai bintang iklan atau menjadi “tamu kehormatan” di even-even promosi. Baca lebih lanjut

Iklan

Atribut Merek dalam Proses Evaluasi Pembelian Konsumen

Merek hanyalah salah satu atribut produk yang dievaluasi konsumen saat membeli. Atribut lainnya adalah kemasan, harga, dan aspek-aspek instrinsik maupun ekstrinsik lainnya. Sebenarnya bagaimana peran merek dalam hirarki atribut? Pada akhirnya merek juga sebuah atribut dalam hirarki yang mesti ‘bersaing’ dengan atribut-atribut lain dalam merebut perhatian konsumen. Jika pemasar tidak melakukan apa-apa untuk membentuk makna merek di mata konsumen, maka merek mungkin saja akan menempati posisi lebih rendah dalam hirarki atribut. Merek semacam ini hanya punya sedikit makna bagi konsumen. Jadi, apabila pemasar ingin merek berperan penting dalam hirarki atribut, maka merek mesti dibuat bermakna di mata konsumen.

Nah, sebuah instrumen yang mesti dioptimalkan untuk membuat merek menjadi bermakna adalah komunikasi pemasaran (khususnya iklan). Baca lebih lanjut

Apalah arti sebuah nama merek?

Nama merek rokok kalau dipikir-pikir lucu-lucu ya? Ada merek rokok Jarum, Jagung, Jambu Bol, Kerbau, Gudang Garam (apa hubungannya rokok dengan garam hayoo?), Grendel (kok gak sekalian dikasih nama Gembok saja?)

Nama merek menurut teorinya bisa menimbulkan dua asosiasi dalam benak konsumen, yaitu asosiasi tentang nama itu sendiri (terlepas dari merek yang diberi nama) dan asosiasi-asosiasi yang dipelajari konsumen untuk dikaitkan dengan nama merek itu dalam penggunaannya sebagai nama merek. Dalam pilihan nama merek, pemasar umumnya menyetujui atau menolak sebuah nama atas dasar asosiasi yang ditimbulkan nama tersebut saat itu. Katakanlah pemasar memberi nama komputer yang akan dilansirnya ke pasar dengan nama Kangaroo, maka asosiasi yang dibangkitkan nama ini tidak cocok dipakai untuk komputer daripada Laser, misalnya. Nama Laser menerbitkan asosiasi pada teknologi moderen dan tidak menyimpang dari citra konsumen mengenai komputer pada umumnya. Baca lebih lanjut

Memulihkan Kepercayaan terhadap Merek

Komitmen perusahaan sangat krusial dalam mendengar dan merespon suara konsumen. . Diharapkan dengan kesungguhan upaya itu tumbuh kepercayaan pelanggan pada kejujuran, integritas, dan keandalan merek. Kepercayaan atau trust tersebut cerminan dari rasa aman pada diri pelanggan karena mereka yakin bahwa merek yang mereka pilih serta experiential process yang mereka jalani akan memenuhi ekspektasi mereka. Pemasar tidak bisa lagi mengambil resiko kehilangan sejumlah pelanggan hanya lantaran ketidakpuasan pelanggan diabaikan. Lebih baik perusahaan mengorbankan uang yang relatif sedikit untuk mengkompensasikan kekecewaan konsumen tersebut melalui program service recovery atau win-back marketing program. Tidak sekedar dengan merespon komplain, namun terutama juga penanganan pada saat-saat kritis.

Di Amerika, pernah terjadi bencana pada merek tertentu yang malah membuat kepercayaan konsumen justru makin terdongkrak. Baca lebih lanjut

Efektivitas Pesan dalam Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran senjata ampuh para pemasar ? Ikuti ceritanya..  Rony adalah tipikal konsumen di kota besar yang kerap terekspos komunikasi pemasaran. Setelah melewati hari yang melelahkan, dia menyandarkan tubuh di sofanya yang nyaman sambil menyeruput capuccino. Dia merengkuh remote control, menyalakan tevenya dan tak sengaja terhenti pada ‘infomercial’ tayangan tengah malam. Selama 30 menit berikutnya Rony menyaksikan si pembawa acara dan audiens memuji-muji kehebatan sebuah cairan pembersih ajaib, yang bisa dipakaikan ke mobil, perangkat elektronik, perabot rumah tangga, dan mebel serta mampu menyulapnya menjadi kinclong. Produk langsung diujicobakan dengan beragam cara, diperbandingkan dengan produk pesaing, penonton boleh mencobanya langsung, dan akhirnya di akhir acara, setelah pemirsa dibuat penasaran baru harganya diumumkan dengan cara yang sedikit dramatis. Pembawa acara dengan gayanya yang sangat persuasif mengumumkan tawaran khusus terbatas dengan harga istimewa plus satu paket asesoris gratis. Tanpa berpikir panjang, Rony memutuskan memutar nomer telepon bebas pulsa yang sempat dicatatnya setelah sebelumnya mencabut kartu kredit dari dompetnya. Kasus di atas contoh pesan yang efektif dalam komunikasi pemasaran. Baca lebih lanjut

Kesadaran Nama Merek (Brand Name Awareness)

Penelitian mendapati bahwa kesadaran nama merek bergantung pada frekuensi pembelian produk dan konsumen bisa menyebutkan lebih banyak nama merek di kategori produk tertentu ketimbang kategori lain (tergantung intensitas iklannya). Lebih dari 60 % merek terkenal berusia lebih dari 50 tahun. Dalam kasus TOMA (top-of-mind-awareness) ekstrim, nama merek telah menjadi sinonim dengan kategori produk; dominasi merek sangat tinggi sehingga terkadang dinamakan branduct (sebagai istilah plesetan ‘produk’). Contoh-contoh merek itu adalah Aspirin, Odol, Aqua, Spa, Honda dan Walkman. Nama merek terkenal mampu membangkitkan rasa keakraban konsumen sehingga peluang konsumen membelinya menjadi lebih tinggi. Umumnya, dalam rangka mengurangi ketidakpastian, nama merek terkenal memiliki nilai yang lebih tinggi di mata konsumen

Baca lebih lanjut

Merek dan Produk

Konsumen di seluruh dunia dewasa ini amat dimanjakan oleh begitu banyak merek yang tersedia di pasar. Mereka bisa memilih 750 merek (brand) mobil, 150 merek lipstik, dan 93 merek makanan kucing yang kesemuanya menawarkan fitur dan keunggulannya masing-masing. 

Proses branding tak pelak lagi sangat vital bagi pemasaran sebuah produk. Proses pengembangan merek akan mengangkat statusnya lebih dari sekedar sebuah produk. Hal ini juga mengingatkan kita akan kebenaran pernyataan salah seorang pemasar Revlon bahwa memang yang secara fisik dibuat di pabrik adalah produk, namun di toko-toko, yang dibeli konsumen tidak lain adalah merek. Mereklah yang mampu memberi jaminan kualitas dan menyorongkan image yang positif.  Terutama dengan terus menggali sisi emosional produk, pemasar dapat mengembangkan keunikan-keunikan intangible mereknya di tengah-tengah persaingan yang ketat, sehingga mereknya sulit ditiru atau ditandingi merek lain. Dengan adanya kontak emosional inilah, sebuah merek bisa dibedakan dengan merek-merek lainnya. Merek-merek yang terkenal hingga puluhan tahun mampu secara terus-menerus memperbaharui diri agar dapat merasakan denyut emosi dan keinginan konsumen sehingga dengan demikian tercipta suatu relasi jangka panjang yang kokoh antara merek dengan konsumen.

Baca lebih lanjut