BENEFIT: Revlon menjual Harapan

Saat membeli sesuatu, pembeli sebenarnya tak begitu peduli apa jenis barangnya, tetapi mereka lebihmemikirkan apa yang bisa mereka lakukan dengan barang tersebut. Jadi, alih-alih membeli fitur-fitur barangnya semata, mereka membeli benefit barang tersebut. Benefit ini harus terkait dengan kebutuhan, norma dan nilai-nilai mereka.

Charles Revlon dari Revlon Cosmetics sering berkata: “Di pabrik kami membuat sabun, namun di pasar kami menjual harapan”. Dengan kata lain, bukan kandungan fisik atau fitur produknya yang dibeli, tetapi apa yang bisa produk lakukan untuk konsumen dan benefit apa yang bisa mereka peroleh dari pembelian itu. Contoh lainnya adalah: “Kami membuat bor sebesar 8 mm, anda membeli lubang sebesar 8 mm” . Baca lebih lanjut

Segmentasi Demografis, Psikografis, dll.

Barangkali kita berfikir bahwa “Pasta gigi ya pasta gigi” dan kita semua memakainya dalam jumlah sama

Pepsodent

Pepsodent

dan dengan alasan yang sama pula.  Namun, sekalipun dalam pasar yang ‘sama’, terdapat segmen-segmen khas yang membeli secara berbeda dan dengan alasan yang berlainan pula, sehingga mereka patut dirancangkan bauran pemasaran tersendiri. Hal ini adalah alasan penting adanya segmentasi pasar.

Segmentasi benefit adalah tataran menengah di antara 3 tataran pendekatan segmentasi:

·        Pada tataran umum, segmentasi didasarkan pada ciri konsumen yang sifatnya relatif permanen misalnya: usia, jenis kelamin,  pendapatan, kelas sosial, pekerjaan, jumlah anggota keluarga (demografis) dan gaya hidup (psikografis). Ciri-ciri ini bersifat sama bagi produk, jasa dan situasi penggunaan yang berbeda. Baca lebih lanjut

Strategi Ekstensi Merek untuk membangun portofolio merek

Strategi merek yang sukses membuat penetrasi ke berbagai pasar lebih mudah dilakukan. Strategi ekstensi dan strategi endorsemen adalah dua strategi merek yang mencoba untuk memanfaatkan kapitalisasi nama merek yang sudah ada. Di antara merek-merek yang terbilang sukses di Amerika, konon tidak kurang dari 66% lahir dari perluasan lini atau merek. Sebuah riset menyimpulkan bahwa asalkan pesan komunikasi pemasarannya tepat, efektivitas iklan berpeluang lebih besar bagi merek hasil ekstensi ketimbang peluncuran merek yang sepenuhnya baru.

Baca lebih lanjut