Motivasi Internal Perilaku Konsumen

Rokok: Merokok jadi pelarian dari tugas berat atau tak menyenangkan, nyaris seperti anak kecil yang suka melamun karena kebanyakan dijejali tugas-tugas PR.  Merokok juga merupakan hadiah pada diri sendiri,

knowledgeworkersakan lebih menyenangkan kalau sering dilakukan. Merokok di awal hari mengantisipasi anugerah yang bakal datang, sementara merokok di malam hari menutup hari yang panjang. Rokok adalah jejak waktu modern yang menandai berjalannya waktu, baik di rumah maupun di kantor.  Bisa juga untuk meredam ketidaksabaran, merokok membuat waktu berlari lebih cepat dan itulah mengapa orang merokok saat menunggu di stasiun, saat seorang suami menunggu istrinya melahirkan atau seseorang membunuh waktu di balik kerangkeng  di penjara. Merokok memberi kenikmatan oral sensual. Baca lebih lanjut

Iklan

Iklan-iklan yang membuat dunia iklan punya nama jelek

Terkadang demi menembus fenomena clutter dan attention scarcity, pengiklan menabrak norma-norma etika periklananan. Yang mereka kejar adalah attention… attention dan attention belaka. Namun dengan sikap mereka yang kurang bertanggung-jawab ini, muncullah di media iklan-iklan yang menimbulkan perasaan tidak nyaman, enek (bagaimana yah menjelaskan perasaan ini? .. yang jelas bikin kita pengen muntah), kesal dan bahkan rasa terancam.

Kilah mereka adalah: ini masalah kreativitas bung! kalau anda tak suka, silahkan jangan dilihat.. Begitulah respon mereka kalau hasil karyanya dikritisi. Kira-kira begitu pula yang dikatakan oleh  designer Stefano Gabbana tentang iklan bertema perkosaan dari Dolce Gabbana yang kontroversial:

Baca lebih lanjut

Selebritis bisa mendongkrak dampak iklan?

Kampanye iklan paling sukses sekaligus paling lama ditayangkan dalam sejarah tidak lain adalah

Rooney

Rooney

kampanye iklan koboi Marlboro.  Meski banyak yang mungkin menolak iklan rokok itu, namun tak akan ada yang membantah efektivitas kampanye itu. Asumsinya banyak orang menganggap koboi bisa mencerminkan daya kekuatan, kejantanan, dan rasa aman. Koboi berfungsi sebagai stimulus primer atau unconditioned stimulus.  Menurut teori, perasaan positif yang dipicu oleh citra koboi disebut sebagai unconditioned response.

Selain koboi, pengiklan kerap memakai pemain film, penyanyi, pembalap, atau bintang olah raga sebagai endorser. Bisa juga tokoh bisnis, tokoh kartun, tokoh binatang, dalang atau pelawak tenar. Anjing bernama Beethoven, misalnya, adalah tokoh binatang yang banyak dimanfaatkan sebagai bintang iklan atau menjadi “tamu kehormatan” di even-even promosi. Baca lebih lanjut

Faktor Gender dalam Segmentasi

Faktor gender masih relevan dalam segmentasi. Satu tren penting pada tahun 2000-an adalah perubahan yang terus terjadi pada ‘konsumen wanita’. Meningkatnya angka perceraian dan pasar ‘lajang’ mendukung terjadinya perubahan peran gender, kini wanita menjadi lebih individualis dengan mengurusi kariernya sendiri ketimbang sekedar menjadi ibu rumah tangga. Pemasaran yang ditujukan pada wanita masih mungkin akan terus mengalamai pembaharuan-pembaharuan.

Konsep ‘kaum pria baru’ muncul pada awal tahun 2000-an dan kita melihatnya lewat iklan popok, misalnya, adanya ‘lelaki yang penuh kasih sayang dan perhatian’ yang menggendong bayinya; sebuah citra yang sangat  berbeda dengan pria pemberani yang agresif dan egois pada iklan-iklan rokok. Masih diperdebatkan apakah tahun-tahun mendatang terwujud perubahan nyata menuju ‘kaum pria baru’ yang penuh kasih sayang dan perhatian, Baca lebih lanjut

Apalah arti sebuah nama merek?

Nama merek rokok kalau dipikir-pikir lucu-lucu ya? Ada merek rokok Jarum, Jagung, Jambu Bol, Kerbau, Gudang Garam (apa hubungannya rokok dengan garam hayoo?), Grendel (kok gak sekalian dikasih nama Gembok saja?)

Nama merek menurut teorinya bisa menimbulkan dua asosiasi dalam benak konsumen, yaitu asosiasi tentang nama itu sendiri (terlepas dari merek yang diberi nama) dan asosiasi-asosiasi yang dipelajari konsumen untuk dikaitkan dengan nama merek itu dalam penggunaannya sebagai nama merek. Dalam pilihan nama merek, pemasar umumnya menyetujui atau menolak sebuah nama atas dasar asosiasi yang ditimbulkan nama tersebut saat itu. Katakanlah pemasar memberi nama komputer yang akan dilansirnya ke pasar dengan nama Kangaroo, maka asosiasi yang dibangkitkan nama ini tidak cocok dipakai untuk komputer daripada Laser, misalnya. Nama Laser menerbitkan asosiasi pada teknologi moderen dan tidak menyimpang dari citra konsumen mengenai komputer pada umumnya. Baca lebih lanjut

Diferensiasi Merk

Menyambung pertanyaan tentang sensitivitas merek, pertanyaan berikutnya adalah: Apakah diferensiasi bersifat istimewa? Kita lihat sebagai akibat dari makin melubernya merek, pemasar kini makin sulit menemukan basis nyata diferensiasi produk. Sekarang ini, misalnya, ada lebih dari 100 merek rokok. Hampir tak mungkin pemasar menerapkan diferensiasi pada masing-masing merek berdasarkan jenis, rasa tembakau, atau jenis kertas yang digunakan. Menurut riset, rata-rata lebih dari 50% jumlah konsumen hanya tahu sedikit atau bahkan merasa tidak ada perbedaan antar merek di kategori produk tertentu (sejauh mana konsumen menganggap produk sebagai barang identik disebut sebagai level of brand parity).

Nah, apabila diferensiasi berdasar aspek-aspek material sulit dilakukan, maka jalan keluarnya adalah diferensiasi pada aspek-aspek imaterial. Jenis diferensiasi ini biasanya dibuat dengan menciptakan dunia pengalaman tertentu di sekitar merek (misalnya Amild, ClassMild, Marlboro Country, Xmild dan UMild Baca lebih lanjut