Marketing Public Relations menjembatani Marketing dan Humas

Manajer pemasaran dan Humas tidak selalu sepakat. Manajer pemasaran lebih berorientasi laba atau angka penjualan, sementara praktisi humas melihat fungsi utamanya adalah menyiapkan dan menyebarkan komunikasi. Perbedaan ini kini terjembatani oleh penerapan marketing public relations (MPR) yang secara langsung mencoba mendukung promosi perusahaan atau produk serta pembentukan citra. Jadi MPR lebih berfungsi untuk mendukung program pemasaran, sehingga kegiatan-kegiatan MPR harus menjadi bagian atau dipadukan dengan program pemasaran. Misalnya, kegiatan MPR produsen rokok antara lain bertujuan menekan persepsi masyarakat bahwa rokok adalah musuh masyarakat.

Baca lebih lanjut

Membeli posisi di benak pelanggan

Pada bulan Juli 1990, ketika Bernard Tapie ditanya mengapa dia membeli Adidas –merek dengan tiga garis yang pada dekade itu sangat beken itu– dia mengungkapkan alasannya. Bahwa saat itu, setelah Coca-Cola dan Marlboro, Adidas adalah merek paling terkenal di dunia. Dunia pemasaran memang tak jarang diwarnai dengan berbagai akuisisi merek di mana perusahaan berani membayar dengan harga tinggi saat membeli perusahaan pemilik merek

Di antara sejumlah akuisisi yang terkadang tidak diungkapkan nilai transaksinya, tercatat Coca-Cola pernah membeli empat merek air mineral milik PT Ades Alfilindo senilai US $ 19,9 juta.  Phillip Moris konon mesti merogoh koceknya Rp 16 trilyun dua tiga tahun yang lalu untuk membeli saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna, pemilik sejumlah merek rokok terkenal. Baca lebih lanjut