Unifikasi, satu rahasia iklan kreatif

Kurang lebih 10% dari iklan-iklan yang memenangi penghargaan kreativitas di seluruh dunia menggunakan logika Unifikasi.  Teknik ini menghasilkan kombinasi atau pembauran yang tak terduga antara simbol produk dengan simbol benefit produk. 

Pada penampakan pertama pada iklan yang Anda lihat tampil sesuatu  yang agak ganjil, disusul dengan kesadaran secara bertahap bahwa gambar itu menunjukkan sebuah pasta gigi dengan rasa stroberi.

Baca lebih lanjut

Komponen Jasa

Produk barang yang dijual perusahaan  berbeda dari produk jasa karena di situ juga mencakup pengalihan hak milik produk barang tangible. Bahkan, komponen intangible memiliki peran yang begitu penting dalam menentukan kepuasan pelanggan sekaligus mempertahankan agar pelanggan tetap puas. Untuk menggarisbawahi hal ini, kita akan mengacu pada tawaran pasar perusahaan sebagai jasa mereka dan menunjukkan bahwa jasa-jasa ini bisa dipecah menjadi empat komponen utama: produk fisik, produk jasa, lingkungan jasa dan delivery jasa. Keseluruhannya mesti dipadukan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Baca lebih lanjut

Iklan Viagra

Iklan-iklan Viagra

 

Baca lebih lanjut

Anggaran Iklan dan Komunikasi Pemasaran

Sebelumnya telah kita bahas perbedaan peran nama merek dan kemasan dalam proses pengembangan merek. Nama merek bisa berfungsi sesuai prinsip Joyce dan Juliet, sementara dalam hal kemasan ada pembedaan antara peran aktif dan peran pasif. Bila anggaran komunikasi pemasaran kecil, nama merek akan menuruti prinsip Joyce. Di sini makna intrinsik nama merek amat relevan, yang berarti citra merek sangat mengandalkan asosiasi-asosiasi yang dibangkitkan nama merek itu. Namun bila tersedia anggaran komunikasi pemasaran yang besar, nama merek lebih condong menuruti prinsip Juliet. Dalam hal ini citra merek tidak begitu ditentukan makna merek itu, tapi seiring berjalannya waktu nama merek akan membangkitkan asosiasi-asosiasi di benak konsumen hasil dari stimulasi iklan. Karena itu dengan anggaran iklan besar, pemasar bisa memilih nama merek yang tidak mengacu pada produk atau pengalaman konsumsi yang terkait dengannya.

Icetea

Icetea

Besarnya anggaran komunikasi pemasaran menentukan sejauh mana merek bisa berperan sebagai simbol atau sinyal (dalam hal anggaran rendah, nama merek lebih baik berperan sebagai simbol). Bila anggaran komunikasi pemasaran kecil, pilihan nama yang memadai amatlah vital. Dengan anggaran besar, melalui iklan, asosiasi negatif yang mungkin melekat pada nama merek itu sendiri bisa diredam atau bahkan dilenyapkan. Bila perusahaan mengalokasikan anggaran komunikasi pemasaran yang besar, lebih mungkin dipilih strategi merek multilitik ketimbang strategi merek dualitik atau monolitik. Baca lebih lanjut

Award, qualification mark dan sertifikasi dalam pengembangan merek

Dalam pengembangan merek, pemasar bisa memanfaatkan asosiasi-asosiasi dan reputasi yang terbangkitkan di benak konsumen lewat pemanfaatan qualification mark atau sertifikat. Istilah ‘qualification mark’ dipakai guna mengacu pada penilaian atas sebuah produk, misalnya penghargaan atau award ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award) yang menandakan bahwa produk atau layanan tersebut telah menunjukkan kinerja terbaik dalam hal kepuasan konsumen.

Sedangkan, istilah ‘sertifikat’ digunakan untuk penilaian terhadap proses produksinya (barang atau jasa), seperti sertifikat ISO (International Standards Organization). Qualification mark dan sertifikat menginformasikan mutu produk, Baca lebih lanjut

Nokia merek Jepang? Häagen-Dazs merek Denmark?

Sebagian nama merek membangkitkan asosiasi pada negara yang bukan lokasi produksinya. Misalnya, Nokia adalah merek Finlandia, bukan merek Jepang sebagaimana tersirat dari namanya. Di Amerika nama Heineken terkesan berbau Jerman, meskipun sebenarnya berasal dari Belanda.

Di balik pemilihan merek es krim dari Amerika dengan merek Häagen-Dazs adalah karena istri pendiri perusahaan (Reuben Mattus) ingin konsumen mengasosiasikannya dengan negara Denmark (yang di Amerika memang lebih dikenal sebagai penghasil utama produk turunan susu).

Baca lebih lanjut

Merek dan Produk

Konsumen di seluruh dunia dewasa ini amat dimanjakan oleh begitu banyak merek yang tersedia di pasar. Mereka bisa memilih 750 merek (brand) mobil, 150 merek lipstik, dan 93 merek makanan kucing yang kesemuanya menawarkan fitur dan keunggulannya masing-masing. 

Proses branding tak pelak lagi sangat vital bagi pemasaran sebuah produk. Proses pengembangan merek akan mengangkat statusnya lebih dari sekedar sebuah produk. Hal ini juga mengingatkan kita akan kebenaran pernyataan salah seorang pemasar Revlon bahwa memang yang secara fisik dibuat di pabrik adalah produk, namun di toko-toko, yang dibeli konsumen tidak lain adalah merek. Mereklah yang mampu memberi jaminan kualitas dan menyorongkan image yang positif.  Terutama dengan terus menggali sisi emosional produk, pemasar dapat mengembangkan keunikan-keunikan intangible mereknya di tengah-tengah persaingan yang ketat, sehingga mereknya sulit ditiru atau ditandingi merek lain. Dengan adanya kontak emosional inilah, sebuah merek bisa dibedakan dengan merek-merek lainnya. Merek-merek yang terkenal hingga puluhan tahun mampu secara terus-menerus memperbaharui diri agar dapat merasakan denyut emosi dan keinginan konsumen sehingga dengan demikian tercipta suatu relasi jangka panjang yang kokoh antara merek dengan konsumen.

Baca lebih lanjut