Wall’s di Indonesia, Streets di Australia

Masalah atau issu  dalam penggunaan strategi endorsement adalah standarisasi internasional. Beberapa contoh menunjukkan bahwa saat nama-nama merek terendors dibakukan di berbagai negara, maka merek endorser bisa berbeda. 

Ada beberapa merek es krim dari Unilever, misalnya. Merek Carte d’Or, Magnum, Solero dan Viennetta memiliki level standarisasi yang sangat tinggi di berbagai negara. Namun, nama endorser yang dipakai Unilever untuk merek-merek es krim ini bervariasi di berbagai negara (lihat Tabel). Baca lebih lanjut

Iklan

Strategi Merek Monolitik dan Dualitik

Perusahaan yang memilih strategi merek monolitik memakai satu nama merek dan satu style visual pada kelompok produk atau kategori produk yang berbeda-beda. Contohnya adalah Philips (lampu, TV, CD player) dan Yamaha (sepeda motor, piano).  Merek dalam hal ini disebut sebagai ‘family brand’ atau ‘umbrella brand’.

              Dalam strategi merek dualitik, perusahaan memakai dua nama merek untuk produk yang sama: satu nama merek bersama (biasanya nama perusahaan) dan satu nama merek untuk masing-masing produk. Ada dua alternatif yang mungkin dijumpai dalam strategi merek dualitik:

  1. Nama merek individual merupakan ekstensi lini produk dari nama merek bersama (ekstensi lini produk bisa terdiri dari huruf atau angka).
  2. Nama merek individual didukung dengan penambahan nama merek bersama (endorsement). Misalnya nama Wing Food dipakai dalam produk mie Sedaap. Baca lebih lanjut