Unifikasi, satu rahasia iklan kreatif

Kurang lebih 10% dari iklan-iklan yang memenangi penghargaan kreativitas di seluruh dunia menggunakan logika Unifikasi.  Teknik ini menghasilkan kombinasi atau pembauran yang tak terduga antara simbol produk dengan simbol benefit produk. 

Pada penampakan pertama pada iklan yang Anda lihat tampil sesuatu  yang agak ganjil, disusul dengan kesadaran secara bertahap bahwa gambar itu menunjukkan sebuah pasta gigi dengan rasa stroberi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Ambient Advertising

Ambient advertising adalah pendatang baru dalam dunia periklanan luar ruang dan masih belum banyak tersentuh kalangan akademis. Masih belum ada definisi yang tepat bagi ambient advertising, meski banyak contoh yang bisa diketengahkan.

iklan ambient Yamaha

iklan ambient Yamaha

 

                  Terlepas dari tujuan kampanye, calon ‘pengiklan ambient’ perlu memikirkan  kaitan antara ambient media, produk atau jasa yang diiklankan dan kedekatan iklan dengan lokasi penjualan. Ambient advertising menjadikan pesan sebagai bagian lingkungan dekat konsumen. Dalam ambient advertising, pesanlah yang menjadi media. Misalnya, kampanye yang dijalankan di stasiun bawah tanah London, kampanye ini mengganti pegangan tangan di dalam kereta dengan botol-botol deodoran kosong. Para komuter yang bergelantungan pada pegangan tangan sebenarnya berada dalam posisi yang mengeksposkan bau ketiak mereka pada penumpang lain, membuat dampak botol-botol deodoran ini menguat berlipatganda. Dalam kampanye ini, ada kaitan yang jelas antara produk yang diiklankan dengan ambient media. Baca lebih lanjut

Kreativitas iklan untuk menembus fenomena ‘clutter’

Saat kita menyalakan televisi, bisa dipastikan kita akan melihat banyak iklan bersliweran di sana. Begitu pula dalam perjalanan pulang dari kantor, misalnya, mau-tak-mau kita melihat iklan-iklan bertebaran dipampang di pinggir atau di atas jalan, baik berbentuk papan iklan ataupun neonbox. Dalam lingkungan masyarakat modern, kita seakan terkepung oleh berbagai ‘pesan sponsor’ yang menyerang kita tanpa pandang bulu.

Namun begitulah, memang sudah menjadi tugas pemasar untuk terus-menerus berusaha menyemai dan memperkuat brand awareness dari produk-produk yang mereka tawarkan. Bila perlu, segala macam cara dan kiat mereka halalkan. Tak pelak lagi, pemasar yang smart kini memiliki berbagai ragam taktik promosi dan tak segan menerapkan taktik-taktik mereka dengan canggih untuk memaksimalkan dampak aktivitas komunikasi pemasaran.

Jajaran kreatif periklanan sendiri pada umumnya sepakat bahwa menayangkan iklan bagaikan upaya ‘mencuri’ sekotak kavling di benak konsumen

Baca lebih lanjut

Perang Merek : Coca Cola vs. Pepsi

Perang merek yang bikin semua orang di dunia pemasaran menahan nafas, mengerinyitkan dahi dan lalu garuk-garuk kepala, tentu saja antara dua merek raksasa yaitu Coca Cola dan Pepsi. Kedua-duanya berasal dari Amerika Serikat, negara yang sekarang lagi sibuk mengadakan pilcapres.

Coke vs Pepsi

Coke vs Pepsi

 

Semenjak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan.

Kita ambil ilmunya saja lah. Nah, kini sambil tidak mempermasalahkan dulu masalah etika, mari kita lebih menyorot kreativitas Coca Cola dan Pepsi dalam upayanya memenangi simpati dan preferensi pelanggan.

Di www.Hongkiat.com  beberapa iklan video kedua merek bisa kita pelototin. Contoh-contoh iklan-cetaknya bisa dinikmati dan dianalisa di bawah ini. Baca lebih lanjut

Konsep Iklan setelah benefit tidak lagi menjadi faktor diferensiasi

Pesan iklan sudah semestinya bermula dari konsep produk yang kuat, karena memang biasanya yang dikomunikasikan dalam pesan iklan adalah benefit unik produk tersebut. Meskipun demikian seiring berjalannya waktu pemasar dapat saja merubah-rubah pesan iklan, khususnya apabila di mata konsumen benefit yang lama sudah tidak lagi dipersepsi sebagai faktor diferensiasi produk, dan pemasar ingin menggali benefit baru yang berbeda dari produk tersebut. Dalam konteks ini, faktor kreativitas menjadi penting.  

Personel kreatif biasanya menggunakan beberapa metode dalam upayanya menelorkan appeal iklan. Dengan mewawancarai pelanggan, dealer, pakar dan bahkan pesaing, pekerja kreatif mampu mengira-ngira Baca lebih lanjut