Personal Branding, kasus Syekh Puji

Ilmu Pemasaran (marketing) kini makin populer saja. Para mahasiswa, karyawan, politisi dan pengusaha banyak yang menaruh minat pada disiplin ilmu ini. Salah satunya tentang Personal Branding. Apalagi ketika Obama sukses menerapkannya sehingga terpilih jadi Marketer of the Year sekaligus Presiden Amerika Serikat.

Syekh Puji

Syekh Puji membagi zakat Rp 1,3 milyar

Personal Branding berkaitan dengan Merek Pribadi atau Merek Diri, yaitu bagaimana cara me-marketingkan diri sendiri agar dapat mendukung sukses mereka di bidang masing-masing. Untuk sukses dalam profesi, mereka memang butuh semacam citra diri yang positif, unggul dan kuat.

Di negara maju, para pesohor tak segan berkonsultasi kepada personal branding consultant, untuk membantu mereka mendongkrak sekaligus mempertahankan kepopuleran. Bagaimana praktik di negara kita?   Baca lebih lanjut

Pemasaran kini makin etis dan berorientasi pada nilai

Pemasaran sebagai suatu fungsi manajemen kini menjadi lebih etis, berorientasi pada nilai, melebar, berorientasi pada pelestarian, fleksible dan antisipatoris. Konsep pemasaran kini diperluas sehingga mencakup tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu perlunya organisasi bertanggung jawab pada masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan untuk berkontribusi bagi kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga. Juga, karena konsumen kini makin sadar mutu, pemasaran penciptaan-nilai dan pemasaran bernilai-tambah akan menjadi pendekatan-pendekatan yang makin dominan.2003499885648802526_rs

Pendekatan-pendekatan ini mewakili suatu keseluruhan sistem di mana termasuk di dalamnya speed (kecepatan), comfort (kenyamanan) dan upaya obsesif terhadap kepuasan konsumen. Filosofi neo-marketing pada hakekatnya lebih konsumen-sentris. Dua kecenderungan terjadi sekaligus; segala sesuatu menjadi makin identik, namun Baca lebih lanjut

Strategi Positioning Obama mengaduk-aduk emosi warga Amerika

Dari aspek pemasaran dan branding, hikmah yang bisa kita pelajari dari sukses marketing Obama dari hanya sebagai tokoh lokal Illinois menjadi orang nomer 1 di planet bumi adalah:I HAVE A DREAM

1. pesan inti yang simpel

2. relevansi dan

3. konsistensi;

mungkin kalau ada lagi yang bisa ditambahkan adalah (emotional branding):

‘aura ketulusan’ Obama yang kuat yang mampu menyentuh dan mengaduk-aduk emosi dan membangkitkan asosiasi rakyat Amerika  pada  tema kuat lainnya: I HAVE A DREAM.   Baca lebih lanjut

KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU: Paradigma baru atau sekedar istilah baru?

Paradigma komunikasi yang selama ini dianut, yang hanya mementingkan upaya perusahaan memikat konsumen dengan mengandalkan iklan dan promosi semata mulai dipertanyakan banyak pihak.

Munculnya berbagai inovasi piranti komunikasi, pesan dan audiens memaksa perusahaan menoleh pada integrated marketing communications (IMC) atau Komunikasi Pemasaran Terpadu.

Baca lebih lanjut

3 Trend Merubah Masa Depan Pemasaran dan Kehumasan

Perubahan lanskap media mau tidak mau akan mempengaruhi dunia bisnis dan pendidikan di masa depan. Paling tidak ada tiga tren media yang sedang mengkristal dalam 4 tahun ke depan.

Krisis Kelangkaan Perhatian
Di tengah-tengah perhatian dunia yang tertuju pada krisis keuangan global yang memenuhi halaman depan media, sebenarnya ada badai lain yang kini mengancam, yaitu attention scarcity. Apa-apa yang dapat kita masukkan ke dalam hidup kita, baik yang sukarela maupun yang dipaksakan pada kita, semakin lama semakin berlimpah, melebihi dari yang kita mampu kelola.

Attention Crash sudah mulai kita rasakan dan masalah ini akan makin menjadi-jadi. Makin melimpah content yang harus kita pirsa. CEO Google pernah memprediksi ”Sekitar tahun 2019, tidak mustahil akan ada semacam piranti semacam iPod yang mampu memuat video yang untuk menontonnya butuh waktu 85 tahun. Kita akan mati sebelum tuntas menonton semuanya.”

Baca lebih lanjut

Perang Merek : Coca Cola vs. Pepsi

Perang merek yang bikin semua orang di dunia pemasaran menahan nafas, mengerinyitkan dahi dan lalu garuk-garuk kepala, tentu saja antara dua merek raksasa yaitu Coca Cola dan Pepsi. Kedua-duanya berasal dari Amerika Serikat, negara yang sekarang lagi sibuk mengadakan pilcapres.

Coke vs Pepsi

Coke vs Pepsi

 

Semenjak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan.

Kita ambil ilmunya saja lah. Nah, kini sambil tidak mempermasalahkan dulu masalah etika, mari kita lebih menyorot kreativitas Coca Cola dan Pepsi dalam upayanya memenangi simpati dan preferensi pelanggan.

Di www.Hongkiat.com  beberapa iklan video kedua merek bisa kita pelototin. Contoh-contoh iklan-cetaknya bisa dinikmati dan dianalisa di bawah ini. Baca lebih lanjut

Marketing Public Relations menjembatani Marketing dan Humas

Manajer pemasaran dan Humas tidak selalu sepakat. Manajer pemasaran lebih berorientasi laba atau angka penjualan, sementara praktisi humas melihat fungsi utamanya adalah menyiapkan dan menyebarkan komunikasi. Perbedaan ini kini terjembatani oleh penerapan marketing public relations (MPR) yang secara langsung mencoba mendukung promosi perusahaan atau produk serta pembentukan citra. Jadi MPR lebih berfungsi untuk mendukung program pemasaran, sehingga kegiatan-kegiatan MPR harus menjadi bagian atau dipadukan dengan program pemasaran. Misalnya, kegiatan MPR produsen rokok antara lain bertujuan menekan persepsi masyarakat bahwa rokok adalah musuh masyarakat.

Baca lebih lanjut