Pembentukan Opini dalam pemasaran

Bisnis berskala kecil umumnya hanya punya sedikit sumber daya dan tak mampu bersaing menantang anggaran-iklan raksasa dari pesaing. Jadi, ketimbang menghabiskan dana iklan televisi berbiaya mahal untuk membidik konsumen akhir, mereka bisa saja memanfaatkan wartawan bisnis dalam koran lokal, sehingga mereka bisa mendapat peliputan editorial, khususnya aspek-aspek khas bisnis mereka.

Metode serupa juga diterapkan di berbagai industri, misalnya dalam bidang otomotif (saat meluncurkanpeluncuran-mobil mobil model baru). Kebanyakan perusahaan otomotif selain memakai agen iklan untuk promosi produknya, juga mengontrak konsultan PR. Mereka menerapkan cara kerja yang berbeda dalam setiap peluncuran produk baru; misalnya, mereka memiliki database  para wartawan otomotif dan mengkategorikannya berdasarkan tingkat kredibilitasnya terhadap konsumen. Para jurnalis terpilih dibawa ke Singapura atau Jerman untuk uji-coba mobil baru, dan juga untuk menikmati perjalanan wisata, makanan dan berbagai perjamuan Baca lebih lanjut

Iklan

Selebritis bisa mendongkrak dampak iklan?

Kampanye iklan paling sukses sekaligus paling lama ditayangkan dalam sejarah tidak lain adalah

Rooney

Rooney

kampanye iklan koboi Marlboro.  Meski banyak yang mungkin menolak iklan rokok itu, namun tak akan ada yang membantah efektivitas kampanye itu. Asumsinya banyak orang menganggap koboi bisa mencerminkan daya kekuatan, kejantanan, dan rasa aman. Koboi berfungsi sebagai stimulus primer atau unconditioned stimulus.  Menurut teori, perasaan positif yang dipicu oleh citra koboi disebut sebagai unconditioned response.

Selain koboi, pengiklan kerap memakai pemain film, penyanyi, pembalap, atau bintang olah raga sebagai endorser. Bisa juga tokoh bisnis, tokoh kartun, tokoh binatang, dalang atau pelawak tenar. Anjing bernama Beethoven, misalnya, adalah tokoh binatang yang banyak dimanfaatkan sebagai bintang iklan atau menjadi “tamu kehormatan” di even-even promosi. Baca lebih lanjut

Strategi Endorsemen Merek

Sebagai alternatif dari strategi ekstensi, dalam mengeksploitasi nilai-nilai laten merek, pemasar bisa juga memilih strategi endorsemen. Bila dalam strategi ekstensi semua produk memiliki nama merek tunggal, maka dalam strategi endorsemen produk-produk baru diberi nama merek baru yang unik. Selain nama merek yang unik, dalam strategi endorsement produk baru juga disokong nama endorser (biasanya nama perusahaan, Unilever misalnya). Dalam strategi ini endorser memberi endorsemen, bentuk sokongan atau dukungan, yang bisa dianggap sebagai garansi atau rekomendasi. Baca lebih lanjut