Motivasi Eksternal Perilaku Konsumen

Sumber motivasi lain adalah daya tarik terhadap obyek yang disebut ‘pull’ effect. Sesuatu di sini bisa berupa produk, jasa, gagasan, orang atau situasi. Konsumen ingin memiliki barang dan memperoleh layanan tertentu, mencapai tujuan-tujuan tertentu dan menirukan orang dan perilaku tertentu. Daya tarik eksternalpada benefit barang, jasa, dan perilaku ini merupakan kekuatan yang mampu memotivasi. Benefit-benefit di atas memang menjanjikan. Orang merasa akan lebih bahagia atau nyaman dengan menikmati produk-jasa ini, dan melakukan perilaku yang diinginkan. Baca lebih lanjut

Iklan

Motivasi Internal Perilaku Konsumen

Rokok: Merokok jadi pelarian dari tugas berat atau tak menyenangkan, nyaris seperti anak kecil yang suka melamun karena kebanyakan dijejali tugas-tugas PR.  Merokok juga merupakan hadiah pada diri sendiri,

knowledgeworkersakan lebih menyenangkan kalau sering dilakukan. Merokok di awal hari mengantisipasi anugerah yang bakal datang, sementara merokok di malam hari menutup hari yang panjang. Rokok adalah jejak waktu modern yang menandai berjalannya waktu, baik di rumah maupun di kantor.  Bisa juga untuk meredam ketidaksabaran, merokok membuat waktu berlari lebih cepat dan itulah mengapa orang merokok saat menunggu di stasiun, saat seorang suami menunggu istrinya melahirkan atau seseorang membunuh waktu di balik kerangkeng  di penjara. Merokok memberi kenikmatan oral sensual. Baca lebih lanjut

Iklan subliminal membujuk pikiran bawah sadar pelanggan

Banyak orang percaya bahwa konsumen dapat dipengaruhi pada tingkat ‘bawah sadar’ bahkan tingkat ‘tidak sadar’ dengan iklan “subliminal”. Iklan subliminal mampu mempengaruhi perilaku konsumen tanpa konsumen menyadarinya. Contoh klasik uji percobaan iklan subliminal adalah tayangan kilat pesan seperti

jessica rabbit

jessica rabbit

“makanlah popcorn” atau “minumlah Coca-Cola” yang diselipkan dalam sebuah film  di bioskop New Jersey.  Tayangan ini begitu cepatnya sehingga tak dapat ditangkap  pikiran ‘sadar’.  Pendekatan itu dipakai dalam media film yang kemudian memicu timbulnya polemik di publik  sehingga iklan subliminal kini dianggap illegal di banyak negara.

 

Baca lebih lanjut

Stimuli di dalam Toko merangsang kedatangan konsumen

Pemasar berupaya agar di dalam toko tersedia sebanyak-banyaknya stimuli yang mampu mempengaruhi kognisi, sikap dan perilaku belanja konsumen: cahaya, tingkat kebisingan, aroma, suhu, space antar rak dan display, sign, warna, barang dagangan yang ditata rapi, karakteritik pengunjung lain dan busana para tenaga penjual.

Tanda penunjuk dalam toko mengarahkan konsumen pada barang-barang tertentu dan memberitahu benefit produk dan informasi harga. Tanda penunjuk turut mempengaruhi kognisi konsumen (konsumen mengolah informasi tanda penunjuk secara berbeda) dan perilaku konsumen pada point of decision dan point of sale. Penjualan bisa saja meningkat karena penggunaan jenis tanda penunjuk tertentu.

Warna mempunyai dampak fisik dan psikologis pada persepsi konsumen terhadap lingkungan toko ritel. Warna dapat merangsang kedatangan konsumen dan juga potensi pembentukan kesan. Sebagai contoh, lingkungan warna yang hangat menggugah situasi pembelian yang terkait dengan pembelian tak terencana. Warna-warna dingin lebih cocok di saat konsumen memerlukan pertimbangan keputusan pembelian.
Baca lebih lanjut