Strategi Kubu JK mendongkrak elektabilitas

Jusuf Kalla bergirang hati bahwa elektabilitasnya terus meningkat sekitar 0,5 persen tiap harinya. “Trend pasangan JK-Wiranto sangat bagus, hampir naik 0,5 persen per hari, berarti bisa naik dari angka 15 lagi dari angka sekarang,” kata JK saat membuka Silaturahmi Nasional II Dewan Penasihat Golkar di Jakarta, beberapa hari yang lalu.jk

Adalah hasil kerja kerasnya setelah mendeklarasikan capres dan kampanye ke berbagai daerah sebagai alasan di balik lonjakan elektabilitas tersebut. “Kami paling rajin memberi penjelasan pada masyarakat serta menghadiri undangan masyarakat memberikan penjelasan. Kalau pemimpin tidak bisa menjelaskan, artinya dia tidak bisa dipercaya,” demikian JK yang berharap seluruh kader beringin jangan memiliki sikap kalah sebelum bertanding. Baca lebih lanjut

Strategi Pemenangan SBY-Boed jelang Hari-H

boed n bloggerRakyat kecil yang ingin tahu tidak melewatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan sosok cawapres Boediono saat melakukan kunjungan di Pasar Inpres Jelambar Grogol, Jakarta Barat pekan lalu. Masyarakat sekitar Jelambar itu berdesak-desakan dan ikut mengantar Boediono mengunjungi para pedagang pasar. Dalam kesempatan tersebut, Boediono juga sempat bercengkerama dengan ibu-ibu. Selain menggendong sejumlah anak-anak, Boediono juga mengelus perut seorang ibu hamil atas permintaan si ibu. Baca lebih lanjut

Seribu stimuli dalam sehari

Dunia komunkasi pemasaran saat ini makin diwarnai dengan fenomena clutter. Konon seseorang yang hidup di kota besar dalam rentang waktu 24 jam rata-rata terpapar tidak kurang dari seribu bentuk stimuli. Begitu banyak iklan, banner, spanduk, baliho, poster, brosur, stiker, dll. yang kita lihat, dengar dan kita terima baik secara sukarela maupun tidak, baik secara sadar maupun tidak sadar, membuat kita merasa kewalahan, kebebanan (overload) dan bingung. Akhirnya terpaksa berlaku semacam proses seleksi, mana-mana yang dalam persepsi kita terlihat menarik, relevan sekaligus tidak lazim akan lebih mencuri perhatian dan akan mempengaruhi preferensi merek.  Iklan televisi yang kerap ditayangkan namun biasa-biasa saja, misalnya, akan luput dari radar kita, akan diabaikan, tidak meninggalkan kesan atau jejak apa-apa, ’masuk telinga kiri keluar telinga kanan’. Jadi faktor frekuensi kadang tidak banyak berdampak kalau iklan tidak dieksekusi dengan baik. Padahal, meskipun televisi diakui salah satu media beriklan yang paling efektif, namun televisi merupakan media yang paling mahal untuk beriklan.

Baca lebih lanjut

Empat unsur bauran komunikasi pemasaran konvensional

Para pelaku pasar sudah jamak menyampaikan informasi produk dan berupaya membujuk konsumen agar mau membeli produk. Pada hakekatnya, komunikasi pemasaran mengandalkan stimuli lingkungan yang sengaja dirancang untuk mempengaruhi kognisi, sikap dan perilaku

iklan kontroversial

iklan kontroversial

 konsumen. Bagi pemasar modern, instrumen utama komunikasi pemasaran mestinya tidak terbatas pada iklan, promosi penjualan, personal selling, dan publisitas (Marketing-PR) saja, namun juga termasuk sponsorship, komunikasi dalam-toko, pemasaran langsung, dan trade shows serta pameran niaga. Kombinasi instrumen membentuk bauran komunikasi pemasaran (marketing-communication mix). Hampir semua produk dan merek sukses perlu komunikasi pemasaran guna menciptakan keunggulan diferensial yang langgeng atas pesaingnya. Dengan kampanye komunikasi, pemasar menginformasikan atribut produk, harga dan lokasi tersedianya produk. Informasi ini menghemat waktu maupun uang konsumen yaitu dengan mengurangi biaya pencarian mereka.

Iklan

Iklan adalah penyajian informasi non-personal tentang produk, merek, perusahaan atau gerai yang didanai sponsor. Iklan bertujuan mempengaruhi citra, keyakinan, dan sikap konsumen terhadap produk dan merek, serta perilaku konsumen. Bahkan, iklan bisa dianggap manajemen citra, yakni menciptakan dan menancapkan citra serta makna-makna di benak Baca lebih lanjut

Wall’s di Indonesia, Streets di Australia

Masalah atau issu  dalam penggunaan strategi endorsement adalah standarisasi internasional. Beberapa contoh menunjukkan bahwa saat nama-nama merek terendors dibakukan di berbagai negara, maka merek endorser bisa berbeda. 

Ada beberapa merek es krim dari Unilever, misalnya. Merek Carte d’Or, Magnum, Solero dan Viennetta memiliki level standarisasi yang sangat tinggi di berbagai negara. Namun, nama endorser yang dipakai Unilever untuk merek-merek es krim ini bervariasi di berbagai negara (lihat Tabel). Baca lebih lanjut

Brand Usage dan Brand Loyalty

Menyangkut penggunaan merek dan loyalitas merek, sejumlah segmen bisa dibedakan: brand-loyal user (pemakai loyal merek tertentu), brand switcher (pemakai yang suka ganti-ganti merek), pemakai baru dan bukan pemakai.shopaholic Baca lebih lanjut

Iklan dan Kenyataannya tidak selalu sama?

Sudah menjadi tugas pembuat iklan dan tim kreatifnya untuk membuat iklan yang berkesan dan mampu menimbulkan dampak ‘arousal’ semaksimal mungkin. Namun bagaimana kalau antara iklan dan kenyataannya tidak sama?

Contoh berikut mungkin bisa berbicara banyak:

iklan yang spektakuleriklan yang spektakuler

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.